Ketika Penebang Kayu Hutan Lindung Bukik Gombak Sebut Nama Riski
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Ketika Penebang Kayu Hutan Lindung Bukik Gombak Sebut Nama Riski

Jumat, 27 Agustus 2021 | 16:30 WIB Last Updated 2021-08-27T10:43:37Z


Screenshot video Penebang Kayu Hutan Lindung Bukik Gombak
Screenshot video Penebang Kayu Hutan Lindung Bukik Gombak.

Limapuluh Kota, MJNews.ID - Kasus hutan lindung Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota sudah bergulir ke ranah hukum dan alhasil dua terdakwa ditetapkan. Satu orang dari terdakwa tersebut adalah Adi Nakasri yang juga merupakan adik kandung dari Wakil Bupati Lima Puluh Kota.

Menariknya dalam video yang berdurasi 2 menit 6 detik tentang kasus hutan Lindung di Bukik Gombak, Nagari Gurun, Kecamatan Harau tersebut, seorang tukang sinsaw (penebang kayu) menyebut nama Riski kepada petugas, saat ditanya siapa yang menyuruh menebang kayu di kawasan hutan lindung ini.

Pihak KPLH Agam Raya, Andi Junaidi, S.IP.MH. di ruang kerjanya, Kamis 26 Agustus 2021, menjelaskan kepada wartawan, dalam video yang direkam oleh teman saya itu adalah benar dirinya saat di TKP (Bukik Gombak, Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota). Saat turun ke lapangan kami menangkap seorang tukang sinsaw sedang beroperasi menebang kayu di TKP yang dimaksud, dan menanyakan atas perintah siapa melakukan tebang tebas ini.

“Tukang sinsaw menyebut nama seorang pemilik travel, Riski. Selanjutnya tukang sinsaw langsung kami bawa ke Polres 50 Kota dan diserahkan ke penyidik. Terlepas dari semua itu kami tidak mengetahui lagi, karena tugas negara kami sudah selesai. Terkait nama Riski kami tidak mengetahui secara detail, Riski yang dimaksud,” ujar Andi. 

Terpisah, aktivis Luak 50, Wisran sangat berharap kepada pihak penegak hukum agar mengusut kembali nama yang disebut oleh tukang penebang pohon di hutan lindung Nagari Gurun tersebut, supaya tidak menjadi ganjalan di mata publik siapa sosok Riski yang disebut-sebut itu," kata Wisran.

Menurut Wisran, berdasarkan peta kawasan hutan sesuai SK Menteri Kehutanan Nonmor 35 tahun 2013.Dan kalau benar Lokasi tersebut adalah kawasan hutan lindung, tentu ada izin dari Kehutanan dan kalau tidak ini adalah sebuah tindakan indikasi perbuatan melawan hukum," terang Wisran yang juga putra daerah Nagari Situjuah itu.

(Tim)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update