Lokakarya KKN Melayu Serumpun 2021 di Lubuk Alung
×

Adsense

Adsense

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 25 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.110 1.501 85.502 2.107
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Lokakarya KKN Melayu Serumpun 2021 di Lubuk Alung

Senin, 30 Agustus 2021 | 10:00 WIB Last Updated 2021-08-30T03:00:00Z

Lokakarya KKN Melayu Serumpun 2021
Camat VI Lingkung Kabupaten Padang Pariaman, Jhon Riswan, memberikan ekspose dan penjabaran dan serta penilaian pelaksanaan KKN Melayu Serumpun di hadapan Warek I UIN IB Padang Hetti Waluati Triana, dalam lokakarya sehari di Minang Jaya Hotel Lubuk Alung, Minggu 29 Agustus 2021. (afrinal aliman)

Pariaman, MJNews.ID - Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun tahun 2021 yang dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman melibatkan sebanyak 167 mahasiswa terdiri dari 13 PTKIN sejak 26 Juli sampai 30 Agustus 2021 dilokakaryakan.

Lembaga penyelenggara LP2M berinisiasi melaksanakan kegiatan tersebut untuk mengetahui sejauh mana program itu sudah berjalan selama 40 hari. Tujuannya sebagai bahan evaluasi oleh panitia dan oleh mahasiswa sebagai peserta KKN dimasa mendatang untuk dicarikan solusinya. Indikator yang telah dilakukan oleh para mahasiswa bisa diaplikasikan dalam dunia akademik dan di tengah-tengah masyarakat serta pengembangan KKN Melayu pada masa-masa mendatang.

Lokarkarya dilaksanakan sehari penuh, Minggu 29 Agustus 2021, di Minang Jaya Hotel Lubuk Alung.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor diwakili Warek Bidang Akademik dan Kelembagaan Hetti Waluati Triana dan turut hadir Kabiro AUPK Kafrina, Ketua LP2M Ulfatmai, Sekretaris LP2M Masrial, Kapus Pengabdian pada masyarakat Zulfis serta Camat VI Lingkung Jhon Riswan, Walinagari se-Kecamatan VI Lingkung dan Kecamatan Ulakan Tapakis.

Zulfis juga menyebutkan, Senin 30 Agustus 2021 hari ini, KKN Melayu Serumpun secara resmi akan ditutup oleh Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur serta Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Martin Kustati di Masjid Agung Syech Burhanuddin, Ulakan Tapakis. Insya Allah semua mahasiswa peserta akan dilibatkan dalam acara tersebut.

Warek I Hetti Waluati Triana menyebutkan, untuk meningkatan aktivitas akademik PTKIN ke depan dan bersama-sama membahas dan mengevaluasi dari dosen DPL dan Pemda Kabupaten Padang Pariaman serta walinagari serta tokoh-tokoh masyarakat yang terlibat dalam KKN dalam Melayu Serumpun.

Dijelaskan, dipercayanya Kabupaten Padang Pariaman sebagai tuan rumah untuk KKN Melayu Serumpun adalah hal yang istimewa. Karena, sejak mulai dilaksanakan KKN yang menjadi program membangun masyarakat dengan berbasiskan nagari.

Berbagai program oleh kalangan mahasiswa telah dilaksanakan. Diantaranya pembuatan film dokumenter bernuansa religius. Hal ini sejalan konsep apalagi ini daerah merupakan aset wisata religius yang sudah mendunia dan ke depan akan lebih membumi kepopuleran daerah Padang Pariaman dengan asetnya yang sarat keagamaan yang menjadi pengembangan agama Islam di Indonesia.

Dalam evaluasi yang dipaparkan oleh para walinagari se-Ulakan Tapakis dan Enam Lingkung, secara umum berjalan lancar dan tidak ditemui kendala yang berarti.

Syofyan, salah seorang Walinagari di Ulakan Tapakis mengapreasiasi tugas dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa Melayu Serumpun. Walau mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi se-Sumatera, kekompakan dan hubungan silaturrahminya sangat bagus.

Khusus untuk wilayah Nagari Koto Tinggi, Walnagnya menyebutkan kalau mahasiswa peserta KKN hanya 13 orang dan sangat kurang. Apalagi korongnya sangat banyak dan tidak semua terjangkau dalam membantu program kerja dari wilayah Korong setempat.

“Saran ini pada dasarnya adalah menjadi masukan KKN ke depan. Selain waktunya yang hanya satu bulan, kita akan evaluasi lagi untuk pesertanya pada setiap nagari,” katanya.

Camat VI Lingkung, Jhon Riswan menyebutkan, pelaksanaan Melayu Serumpun untuk lima nagari terkait dengan penilaian terhadap mahasiswa KKN cukup menggembirakan. 
“Saya menganggap mahasiswa dan DPL itu adalah tamu, maka tamu itu harus dimuliakan. Cuma saja soal waktu ber-KKN hanya selama 40 hari memang terlalu singkat. Ke depan waktunya ditambah. Khusus untuk program kerja tentang profile nagari yang layak jual dan apa saja yang akan menjadi program kerja bagi wilayah kecamatan VI Lingkung, profile akan dikembangkan,” terangnya.

(nal)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update