Meski Dokter dan Nakes Banyak Terpapar, Layanan Kesehatan tak Terganggu
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Meski Dokter dan Nakes Banyak Terpapar, Layanan Kesehatan tak Terganggu

Selasa, 03 Agustus 2021 | 02:30 WIB Last Updated 2021-08-02T19:30:00Z


Yesrita Zedrianis
Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar, Yesrita Zedrianis.

Tanah Datar, MJNews.ID - Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar, Yesrita Zedrianis mengatakan, kendati dalam beberapa hari belakangan banyak dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya yang terpapar Covid-19, namun sejauh ini belum mengganggu pelayanan kesehatan.


"Memang ada nakes kita yang kena Covid-19, tapi Alhamdulillah, tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat, baik di rumah sakit maupun Puskesmas,’’ ujarnya, Senin 2 Agustus 2021, saat dikonfirmasi soal banyaknya nakes yang menjalani isolasi setelah terpapar Virus Corona itu.


Terkait dengan tingginya angka kasus konfirmasi positif Covid-19 beberapa hari belakangan, menurut Yesrita, hal itu merupakan hasil dari kian intensifnya testing dan tracing yang dilakukan, terutama terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi.


Trim tracer kita, jelasnya, terus diberdayakan dan meningkatkan intensitas kerja di lapangan, dengan harapan bisa mempercepat usaha memutus rantai penularan Covid-19 di daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu.


Mencermati data yang dirilis Dinas Kesehatan dan disiarkan Kasubag Humas Setda Muharwan, Senin 2 Agustus 2021, tambahan kasus konfirmasi masih terbilang tinggi, yakni mencapai 71 orang. Sedangkan kasus sembuh 20 orang dan meninggal dunia bertambah satu orang lagi.


Warga yang meninggal dunia saat berstatus konfirmasi positif Covid-19 dan pemulasaran jenazahnya menggunakan protokol Covid-19 itu adalah seorang laki-laki pensiunan berusia 68 tahun, tercatat sebagai warga Jorong Lawang, Nagari Lawang Mandahiling, Kecamatan Salimpaung

Sedangkan tenaga kesehatan yang dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari itu sebanyak tujuh orang; polisi, tentara, dan ASN sebanyak delapan orang; ibu rumah tangga 13 orang; balita, anak-anak, pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen sebanyak 21 orang.


Pensiunan dan belum bekerja empat orang; wiraswasta, karyawan swasta/honorer, petani, dan buruh sebanyak 16 orang, dan dua orang warga binaan Polres Tanah Datar.


"Akumulasi kasus konfirmasi di Tanah Datar sebanyak 3.764 orang; terdiri dari 760 orang isolasi mandiri, 2.791 sudah sembuh hasil dengan hasil negatif dan meninggal dunia 121 orang. Selebihnya menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, baik di Batusangkar maupun di Payakumbuh, Bukittinggi, Solok, Padang Panjang, Padang Pariaman, dan Padang," katanya.


Sebaran tempat perawatannya terdiri dari satu orang dirawat pada RS Hermina Padang, delapan orang dirawat di RSOMH Bukittinggi, dua orang dirawat di RSU Bunda BMC Padang, sepuluh orang dirawat di RSUP M Djamil Padang, dan tujuh orang dirawat di RSAM Bukittinggi.


Berikutnya, 13 orang dirawat di RS Ibnu Sina Padang Panjang, 12 orang dirawat di RSUD Padang Panjang, 17 orang dirawat di RSUD Hanafiah Batusangkar, sembilan orang dirawat di RS Ibnu Sina Bukittinggi, dua orang dirawat RSUD Adnan WD Payakumbuh, tiga orang dirawat RSI Ibnu Sina Payakumbuh, dan tiga orang dirawat RSUD Padang Pariaman.


Sebanyak tujuh orang dirawat RSUD Bukittinggi, satu orang dirawat RS Yos Sudarso Padang, satu orang dirawat RSI Ibnu Sina Padang, satu orang dirawat pada Semen Padang Hospital, satu orang dirawat pada RSUD M. Natsir Solok, dan satu orang dirawat pada RSJ HB Saanin Padang.


(mus)

loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update