Pemko Sawahlunto Menuju Sistem Pembayaran Non-Tunai Secara Bertahap

penyerahan tiga unit mesin Point Of Sales dari Bank Nagari
Walikota Deri Asta menerima penyerahan tiga unit mesin Point Of Sales dari Bank Nagari Cabang Sawahlunto, Selasa 24 Agustus 2021.

SAWAHLUNTO, MJNews.ID – Penggunaan sistem non-tunai untuk pembayaran tiket pada sejumlah objek wisata di Kota Wisata Sawahlunto sudah mutlak dilakukan guna menghadapi berbagai kendala yang kadang terjadi di lapangan selama ini. 
Karena itulah, Pemko Sawahlunto secara seremonial pada Selasa 24 Agustus 2021 menerima penyerahan tiga (3) unit mesin Point Of Sales dari Bank Nagari Cabang Sawahlunto di Kantor Balaikota Sawahlunto. 
Dalam kegiatan ini, Kepala Cabang Bank Nagari Sawahlunto, Rusdi menyerahkan tiga (3) unit mesin Point Of Sales yang diterima langsung oleh Walikota (Wako) Sawahlunto, Deri Asta SH atas nama Pemko Sawahlunto. 
Kita ketahui, dengan penggunaan sistem pembayaran non-tunai, memiliki sejumlah kelebihan atau keuntungan. Seperti untuk mencegah terjadinya penyelewengan/penyalahgunaan dalam proses pembayaran, menciptakan keamanan, kenyamanan dan kepastian bagi para petugas dan pengunjung. Serta untuk meningkatkan kemudahan dalam memonitoring karena sistem ini datanya langsung masuk ke dalam server dan ditampilkan di dashboard yang bisa dipantau secara realtime. 
Pada tahap awal, Pemko Sawahlunto akan memulai menerapkan sistem pembayaran non tunai ini, dari sektor pembayaran pajak dan pembayaran tiket di beberapa objek wisata. Sementara ini, ada tiga objek wisata yang akan segera menggunakan sistem non-tunai ini, Taman Satwa Kandi, Camping Ground Kandi dan Puncak Cemara. 
Dengan demikian, tentang adanya kekhawatiran terhadap penyelewengan/kebocoran uang oleh para petugas dapat diminimalisir melalui pembayaran digital ini. Pembayaran non-tunai, searah dan sesuai dengan arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar pemerintah daerah menerapkan sistem non-tunai untuk mencegah kebocoran anggaran. 
Sementara itu, Kepala Cabang Bank Nagari Sawahlunto Rusdi menyatakan, pengunjung pun tetap bisa memilih membayar seperti biasa, dengan tunai langsung pada petugas. Tetapi dengan sistem sekarang ini, begitu membayar, uangnya langsung masuk ke rekening penampungan kas daerah.
“Sehingga bisa dipastikan tidak ada resiko penyelewengan. Serta berapa orang pengunjung yang masuk, semua langsung membayar dan terdata,” ungkap Rusdi. 
Menurut Wako Deri Asta, kelemahannya selama ini dan biasanya, data pengunjung dan nominal tiket masuk objek wisata baru bisa diketahui dari rekapitulasi data pada sore hari atau beberapa hari kemudian.
“Sedangkan dengan sistem sekarang ini, sistem non-tunai bisa langsung diketahui pada jam berapa pengunjung tersebut datang karena datanya langsung masuk ke server dan uangnya langsung masuk ke rekening penampung kas daerah,” pungkas Wako Deri Asta mengakhiri.
(Fidel)