Penghentian Kasus Ijazah Palsu oleh Polres 50 Kota Disanggah Pelapor
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Penghentian Kasus Ijazah Palsu oleh Polres 50 Kota Disanggah Pelapor

Senin, 02 Agustus 2021 | 01:30 WIB Last Updated 2021-08-02T02:50:01Z


Hilmi Datuak Muaro berikan keterangan pers
Pelapor dugaan ijazah Palsu Bupati 50 Kota, Hilmi Datuak Muaro didampingi kuasa hukumnya dari Kantor Hukum AZI & Partners berikan keterangan pers, Sabtu 31 Juli 2021.

Limapuluh Kota, MJNews.ID - Kasus ijazah palsu yang terjadi pada Pilkada lalu kembali menghangat. Pasca Polres Limapuluh Kota menerbitkan Surat Perintah Penghen tian Penyelidikan (SP2 Lidik), pelapor kasus itu melakukan sanggahan. Dimana pelapor kasus dugaan ijazah palsu Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, atas nama Hilmi Datuak Muaro, melakukan sanggahan terhadap SP2 Lidik, yang diterbitkan Kapolres Limapuluh Kota.

Sanggahan itu dilayangkan ke Polda Sumbar, karena menganggap penerbitan SP2 Lidik atas pengaduannya belum memuaskan sebagai pelapor. Sanggahan tersebut, disampaikan Hilmi melalui tim penasehat hukumnya dari kantor hukum AZI & Partners.

"Dasar sanggahan yaitu selaku pengadu atas dugaan ijazah palsu bupati Limapuluh Kota, saya merasa hak-hak saya sebagai warga negara tidak terpenuhi sesuai prosedur hukum," ujarnya, saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan, di salah satu hotel di Payakumbuh, Sabtu 31 Juli 2021 siang.

Dalam keterangan persnya, Hilmi didampingi tiga penasehat hukumnya, masing-masing Adril, Zulhefrimen dan Irwan. 
Disampaikan, pihaknya menilai proses hukum penyelidikan terkait aduannya, tidak berjalan sebagaimana Peraturan Kapolri (Perkap) dan Hukum Acara Pidana.

"Saya membuat pengaduan dugaan penggunaan ijazah palsu bupati ke polisi sudah sejak 29 Desember 2020 silam. Pengaduan tersebut, awalnya didasari karena adanya kejanggalan dari postingan sebuah akun facebook yang mempertanyakan serta melampirkan bukti-bukti keabsahan ijazah Safaruddin," tambahnya.

Atas dasar itu, karena dirinya pernah sama-sama menjadi Caleg pada 2019 lalu, ia berniat menelisik kebenaran informasi dimaksud. Begitu mendapatkan bukti cukup, dirinya lalu menyampaikan pengaduan atas temuannya ke polisi. Adapun kejanggalan dugaan pemalsuan yakni terhadap ijazah Sekolah Dasar (SD) serta Paket C setingkat SMP.

"Karena Safaruddin pernah membuat laporan kepolisian perihal kehilangan ijazah SD tertanggal 17 Juni 2020 tentang kehilangan surat-surat berharga. Padahal, menurutnya, kebakaran rumah sudah terjadi 1978 silam. Yang menjadi pertanyaan bagi saya, sebanyak tiga kali Pileg sejak 1997, 1999 sampai 2004 yang bersangkutan pakai ijazah SD yang mana? Sebagai sama-sama Caleg waktu itu, tentu saja saya dirugikan oleh yang bersangkutan," katanya.

Disampaikan, kepada polisi, ia mengaku menye rahkan sebanyak 14 alat bukti. Namun, setelah pengaduan diterima polisi, ia mengaku tidak pernah dimintai keterangan dan baru didatangi satu kali oleh penyidik Satreskrim pada 27 Maret 2021, guna meminta keterangan berikut tambahan dokumen barang bukti.

"Karena tidak kunjung ada kejelasan mengenai proses penyelidikan, saya kembali konsultasi sebanyak dua kali ke Mako Polres Limapuluh Kota, tapi hasilnya tetap sama. Sesuai Perkap yang saya tahu, setelah 24 jam, pelapor sudah wajib diselidiki," sampainya.

Dengan ketidakjelasan kasus ini, kemudian pada 16 Juli 2021 kepolisian mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dengan nomor: B/75/VII/2021/Reskrim dan SP2 Lidik bernomor S.Tap/10/VII/Res.1.9/2021. Dimana, dalam surat tersebut kepolisian menghentikan proses penyelidikan pengaduan dugaan ijazah palsu atas nama Safaruddin.

"Atas dasar untuk memperoleh hak hukum dan mencari keadilan, klien kami Hilmi Datuak Muaro lalu mengkonsultasikan serta menyerahkan tindakan hukum kepada kami terhitung tanggal 19 Juli 2021 kemarin. Untuk itu, kami memastikan pihaknya akan terus melakukan langkah hukum sampai hak-hak hukum kliennya terpenuhi. Dan bisa jadi nanti jika tidak dite rima Polda Sumbar, kita lanjutkan sanggahan ini ke ting kat lebih tinggi (Kapolri)," ucap Adril dan Irwan.

(*/yud)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update