PPKM Level 4 Diperpanjang Sampai 9 Agustus
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

PPKM Level 4 Diperpanjang Sampai 9 Agustus

Senin, 02 Agustus 2021 | 22:30 WIB Last Updated 2021-08-02T17:57:43Z


Jokowi
Presiden Joko Widodo.

Jakarta, MJNews.ID - Pemerintah memutuskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, diperpanjang hingga 9 Agustus 2021. Kebijakan PPKM sebelumnya telah membawa sejumlah perbaikan skala nasional dari Covid-19 di Tanah Air.

“Mempertimbangkan perkembangan beberapa indikator kasus pada minggu ini pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten/kota tertentu,” kata Jokowi dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin 2 Agustus 2021.

Jokowi menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan, dokter, perawat yang berada di garda terdepan dalam menyelamatkan jiwa manusia akibat Covid-19. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas pengertian dan dukungannya terhadap pelaksanaan kebijakan PPKM dimaksud.

“Pilihan masyarakat dan pemerintah adalah sama yaitu antara menghadapi ancaman keselamatan jiwa akibat Covid-19 dan menghadapi ancaman ekonomi, kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan,” ucapnya yang dikutip detikcom.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, dalam menangani pandemi Covid-19, pemerintah bertumpu pada 3 pilar utama. “Kebijakan kita dalam penanganan pandemi Covid-19 ini akan bertumpu kepada tiga pilar utama,” ujar dia.

Pilar pertama ialah merupakan percepatan vaksinasi. Jokowi menyebut percepatan ini terutama pada wilayah yang memiliki mobilitas tinggi dan kegiatan ekonomi. “Pertama kecepatan vaksinasi, terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi pusat mobilitas dan kegiatan ekonomi,” kata Jokowi.

Selanjutnya penerapan 3M secara masif di masyarakat. Serta kegiatan testing hingga tracing secara masif. “Kedua penerapan 3M yang masif di seluruh komponen masyarakat. Ketiga kegiatan testing, tracing, isolasi, dan treatment secara masif,” tuturnya.

Menjaga bed occupancy rate (bor) juga disebut perlu diperhatikan. Di antaranya dengan penambahan fasilitas isolasi terpusat dan menjamin pasokan obat dan oksigen. “Termasuk menjaga bor penambahan fasilitas isolasi terpusat serta menjamin ketersediaan obat-obatan dan pasokan oksigen,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah telah memperpanjang PPKM level 4 di wilayah Jawa-Bali, mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021, guna pengendalian pandemi Covid-19. Selama perpanjangan tersebut, dilakukan dengan sejumlah penyesuaian, di antaranya kegiatan ekonomi masyarakat diizinkan untuk beroperasi dengan protokol kesehatan ketat.

Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari bisa buka dengan kapasitas maksimum 50% sampai dengan pukul 15.00. Pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh pemerintah daerah.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucer, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha-usaha kecil lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00. Selain itu, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit. 

Isolasi Terpusat
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap pentingnya isolasi terpusat bagi pasien Corona. Terutama bagi yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Isolasi terpusat baik di level desa, kecamatan, kabupaten, kota ataupun level provinsi sangat penting terutama bagi pasien-pasien berisiko tinggi, atau yang di rumahnya ada ibu hamil, orang tua, orang komorbid,” kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Senin 2 Agustus 2021.

Dia mengatakan pemerintah terus berupaya agar pasien Corona yang menjalani isolasi mandiri pindah ke fasilitas isolasi terpusat. Dia mengatakan hal itu diperlukan agar para pasien Corona mendapat perawatan medis yang lebih baik.

“Fasilitas isolasi terpusat ini dilengkapi dokter, perawat, obat-obatan dan oksigen dan konsumsi pasien. Sudah kami siapkan 49 ribu tempat tidur di Jawa dan Bali,” katanya.

Dia mengatakan pemerintah terus menggencarkan pelacakan dan tes terhadap warga. Menurutnya, peningkatan tes dan pelacakan ditujukan agar lebih banyak pasien Covid-19 yang bisa diisolasi dan menekan penyebaran.

“Sehingga kita bisa memastikan memisahkan orang-orang yang kena Covid-19 dari keluarganya sehingga klaster-klaster keluarga bisa kita kurangi. Kita juga ingin menghindari orang yang meninggal karena saturasi oksigen sudah menurun dan mengalami pemburukan baru dibawa ke rumah sakit,” tutur Luhut Binsar Pandjaitan.

(*/dtc)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update