Seni Ecoprint, Peluang Usaha Baru di Masa Pandemi
×

Adsense

Adsense

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 21 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
88.879 1.915 84.873 2.091
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Seni Ecoprint, Peluang Usaha Baru di Masa Pandemi

Jumat, 13 Agustus 2021 | 23:30 WIB Last Updated 2021-08-13T16:32:14Z

Fashion show Ecoprint
Fashion show Ecoprint di Hari Ulang Tahun UMKM di Kudus, Jawa Tengah, Kamis 12 Agustus 2021. (ist)

SEMARANG, MJNews.ID - Usaha seni Ecoprint belum begitu dikenal di masyarakat umum. Ecoprint adalah seni menempel daun-daunan atau bunga di kain, kertas, keramik atau kulit. Proses pembuatannya masih dilakukan dengan cara tradisional dan menggunakan pewarna alami.

Di Kudus, ada pengusaha yang fokus memproduksi dan menjadi contoh oleh Dinas Koperasi & UMKM, karena produktivitasnya dalam memproduksi dan memperkenalkan Ecoprint melalui pelatihan-pelatihan di lingkungan Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

Helma Susanti yang menggunakan nama usahanya Produk ecoprint Godong salam Ecoprint IG @koleksi_helma, beralamat Perum Salam Residen Blok A 36 Dersalam Kudus, Jawa Tengah sudah berproduksi sejak tahun 2020.

Hasil karya ecoprintingnya dijual berupa mukena, kerudung, pasmina dan sebagainya.

Selama masa pandemi tidak mengalami penurunan dalam penjualan. Helma mengatakan, justru pada saat bulan Ramadhan, kebanjiran pesanan mukena ecoprint, hingga 26 buah.

Sangat berbeda dengan Yeni Fitrias, usaha Daun Ayu Gallery telepon 081 829 3216 di Jalan Candi Prambanan Barat IV Nomor 378 Semarang, sangat merasakan penurunan dalam penjualan ecoprintnya, yang dijual berupa pasminah dan bahan baju.

Untuk mengangkat penjualan dan lebih memperkenalkan usaha Ecoprint kepada masyarakat, istri Bupati Kudus Hartopo, Mawar Hartopo menggelar pelatihan dan fashion show Ecoprint di Hari Ulang Tahun UMKM, Kamis 12 Agustus 2021.

Mawar Hartopo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut. Dirinya berpesan supaya keterampilan yang dipelajari, dapat menjadi bekal dalam mengembangkan ecoprint pada dunia fashion.

“Selaku pribadi dan ketua Dekranasda mengapresiasi terselenggara pelatihan ini. Setalah pelatihan, tetap konsisten dengan apa yang kita kerjakan, kalau bisa lebih dieksplor motifnya,” ujarnya.

Mawar Hartopo memandang bahwa ecoprint mampu menjadi peluang usaha baru yang dapat bersaing di pasaran. Corak daun yang dapat diaplikasikan pada kain, tas hingga media kertas menjadi keunikan tersendiri dengan kombinasi warna-warna natural.

“Hasilnya cantik semua, motif dan warnanya luar biasa. Pemasaran bisa dimulai dari kecil, nanti dengan sendirinya akan mendapat tempat di konsumen. Otomatis kalau produk dan kualitasnya bagus nanti produk akan viral dengan sendirinya,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kudus, Rini Kartika, menjelaskan bahwa pelatihan Ecoprint tahun ini merupakan lanjutan dari pelatihan dasar pada 2020 lalu. Sebanyak 25 peserta mendapat pelatihan selama empat hari berturut-turut dari tanggal 9 sampai 12 Agustus.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha agar mampu melahirkan peluang usaha baru melalui ecoprint.

Semoga seni Ecoprint lebih dikenal luas oleh masyarakat sehingga dapat mengangkat penjualan Ecoprint di masa pandemi.

(terry)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update