Aplikasi Sipaduko Puskesmas Ibuh Wakili Payakumbuh di Ajang KIPP Sumbar
×

Adsense

Adsense Mobile

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 26 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.140 1.401 85.625 2.114
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Aplikasi Sipaduko Puskesmas Ibuh Wakili Payakumbuh di Ajang KIPP Sumbar

Rabu, 01 September 2021 | 23:30 WIB Last Updated 2021-09-01T18:53:11Z

Puskesmas Ibuh disambangi tim verifikator
Puskesmas Ibuh, Payakumbuh disambangi tim verifikator penilai KIPP Provinsi Sumatera Barat.

PAYAKUMBUH, MJNews.ID - Guna mendukung gerakan One Agency, One Innovation yang diwajibkan oleh setiap instansi pemerintah untuk menciptakan satu inovasi setiap tahunnya, Pemko Payakumbuh turut andil untuk berpartisipasi dalam mensukseskan program tersebut.

Dengan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2021. Dengan mengusung inovasi Aplikasi Sistem Informasi Puskesmas Terpadu Kota Payakumbuh (Sipaduko) Puskesmas Ibuh, Pemko Payakumbuh disambangi tim verifikator penilai KIPP Provinsi Sumatera Barat.

Asisten III Setdako Payakumbuh Amriul Dt. Karayiang, kepada wartawan, Rabu 1 September 2021, mengatakan, tim penilai yang diketuai oleh Prof. Edi Safri dari UIN Imam Bonjol Padang, membawa empat orang tim penilai independen lain.

Selain itu juga dari dari Biro Organisasi Pemprov Sumbar. Adapun untuk keempat tim penilai independen itu adalah Sawir Pribadi dari Media Harian Singgalang, Ria dari Unand, Siri Antoni dari Media Antara dan Dr. Zikri dari UNP. Dan tim penilai dari biro organisasi yakni Muzirwan, Nurman, Geo Persada Erdi dan Yenrisman.

“Bertempat di aula pertemuan gedung Puskesmas Ibuh, selain didampingi Plt. Kepala Puskesmas Ibuh Maria Susanti, bersama pengelola aplikasi Sipaduko, tim penilai KIPP Provinsi Sumatra Barat juga turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Bakhrizal, Sekretaris Dinkes Arif Arianto, Kepala Bagian Organasasi Setdako David Bachri, serta Kepala Bidang penyelenggaraan E-Gov Dinas Kominfo, Raffles Susandi bersama tim,” ujarnya.

Menurutnya, Puskesmas Ibuh dalam mengembangkan Aplikasi Sipaduko bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kota Payakumbuh. Dengan adanya KIPP ini, diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik. Menciptakan kompetisi yang sehat antar instansi dalam memberikan pelayanan dan demi menjawab harapan masyarakat akan pelayanan prima di seluruh layanan publik yang diselenggarakan pemerintah daerah.

“Saya sangat mendukung inovasi aplikasi Sipaduko ini, saya berkeyakinan proses percepatan pembangunan melalui inovasi-inovasi yang dijalankan akan dapat kita raih. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama untuk mewujudkannya. Tidak cukup hanya angan-angan tanpa kemauan. Tidak cukup hanya sekedar keinginan tanpa tindakan, tidak cukup hanya dengan program tanpa angggaran dan tidak cukup hanya dengan anggaran tanpa adanya SDM yang handal,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Penyelenggara e-Gov Dinas Kominfo Rafles Susandi, secara terpisah, mengatakan, Sipaduko memiliki fungsi untuk mempermudah keperluan masyarakat untuk dapat mengakses kebutuhan kesehatannya. Dimana selain untuk kebutuhan masyarakat, aplikasi Sipaduko juga tentu berguna untuk petugas medis. Karena melalui aplikasi ini, petugas medis sudah tidak perlu menggunakan kertas lagi dalam proses administrasi bagi masyarakat yang ingin berobat di Puskesmas Ibuh.

“Sehingga dengan aplikasi ini, warga sudah sangat terbantu dengan tidak mesti datang langsung ke Puskesmas dan tidak perlu mengantri untuk dapat berobat. Cukup dengan buka aplikasi Sipaduko di smartphone dan cari kebutuhannya. Setelah itu warga mendapatkan nomor antrian secara online untuk kebutuhan pelayanan kesehatan di Puskesmas Ibuh,” ucapnya.

Dikatakan, aplikasi Sipaduko akan direplikasi untuk seluruh Puskesmas di Kota Payakumbuh. Dari delapan Puskesmas yang ada di Kota Payakumbuh, untuk tahap awal sedang dilakukan persiapan melengkapi alat di tiga Puskesmas, yakni Puskesmas Parit Rantang, Tarok dan Lampasi.

“Semoga dengan tahap awal di tiga Puskesmas saat ini, Sipaduko akan segera juga dilengkapi untuk seluruh Puskesmas di Kota Payakumbuh. Sehingga seluruh warga kota dapat merasakan pelayanan kesehatan dengan lebih mudah, cepat dan efisien,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Tim Penilai KIPP Provinsi Sumatera Barat Prof. Edi, mengatakan, sejauh ini inovasi pelayanan publik dari Kota Payakumbuh (aplikasi Sipaduko) telah masuk dalam finalis KIPP di tingkat pusat/kementerian. Tentunya penilaian ini mempertimbangkan kebaruan, efektivitas, bermanfaat dan ditransfer atau direplikasi serta berkelanjutan.

“Saya mengapresiasi inovasi kerja yang telah dibuat dan kemudian dikompetisikan. Apapun hasilnya, jangan sampai mengurangi kreativitas dalam berinovasi. Jadikanlah kompetisi ini sebagai ajang motivasi dan evaluasi bersama. Jangan sampai, kompetisi sudah selesai dan inovasinya tidak dikembangkan lagi. Saya berharap bisa terus berlanjut dan berkembang,” ujar Edi.

Tim penilai KIPP Provinsi Sumatra Barat hadir langsung ke Puskesmas Ibuh, untuk melakukan verifikator penilaian tahap dua. Dimana untuk penilaian KIPP tahap pertama, telah berlangsung sebelumnya pada tanggal 21 Juli 2021 lalu yang dilakukan secara daring.

(yud)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update