Asli Chaidir Minta Data Anak Yatim-Piatu Kementerian PPPA Disinergikan dengan Kemensos
×

Adsense

Adsense Mobile

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 26 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.140 1.401 85.625 2.114
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Asli Chaidir Minta Data Anak Yatim-Piatu Kementerian PPPA Disinergikan dengan Kemensos

Kamis, 02 September 2021 | 14:00 WIB Last Updated 2021-09-02T07:00:00Z

Asli Chaidir
Anggota Komisi VIII DPR RI, Asli Chaidir.

PADANG, MJNews.ID - Sinergi dan koordinasi antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dengan Kementerian Sosial (Kemensos) sangat penting untuk memaksimalkan pendataan anak yatim-piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

“Data Kementerian PPPA bisa sinkron dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DT KS) Kemensos sehingga program bansos anak yatim-piatu akibat Covid-19 yang digagas Kemensos dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” sebut Anggota Komisi VIII DPR Asli Chaidir di Padang, Rabu 1 September 2021.

Asli menyampaikan itu saat rapat kerja Komisi VIII bersama Kementerian PPPA, Senin lalu (30/8/2021) di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Raker itu diikui secara offline dan virtual oleh anggota Komisi VIII secara bergantian dan Asli sendiri saat itu mendapat giliran hadir raker secara daring.

Asli juga menyebutkan, Kemen PPPA diharapkan fokus pada tugas prioritas pembangunan perempuan dan anak yang meliputi pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan berperspektif gender, peran ibu atau keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak, serta menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurunkan pekerja anak, serta mencegah perkawinan anak.

Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kaum ibu dan anak-anak cukup banyak yang terdampak. Kondisi itu tidak bisa dibiarkan, mesti dicarikan solusi oleh pemerintah terutama instansi terkait agar dampak pandemi Covid-19 bisa dikurangi.

Politisi PAN asal Sumbar ini menegaskan pula, program bantuan untuk anak yatim, piatu, dan yatim-piatu oleh Kemensos harus memperhatikan aspek-aspek kesejahteraan anak yang telah menjadi konsen dan kajian dari Kemen PPPA. 

“Jika Kemen PPPA dan Kemensos dapat bersinergi memperkuat substansi program bansos anak yatim-piatu yang dipersiapkan Kemesos, baik karena Covid-19 maupun bukan, maka tingkat keberhasilan program tersebut akan maksimal. Sebab, Kemen PPPA selama ini juga telah konsen dalam mengkaji substansi dan aspek-aspek kesejahteraan anak,” terangnya.

Asli juga menjelaskan, pentingnya pengawalan dan kehadiran negara untuk memenuhi hak pendidikan anak bagi yang terlanjur menikah saat usia sekolah baik di sekolah umum, madrasah maupun pesantren. 

“Upaya mencegah pernikahan usia dini harus terus digalakkan, namun mereka yang terlanjur menikah di usia yang masih remaja juga perlu diberi perhatian dan dipenuhi hak-hak pendidikannya,“ tegas Asli.

(eff)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update