Ayah Cabuli Anak, Pelaku Akui Tergoda Kemolekan Tubuhnya
×

Adsense

Adsense

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 25 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.110 1.501 85.502 2.107
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ayah Cabuli Anak, Pelaku Akui Tergoda Kemolekan Tubuhnya

Jumat, 03 September 2021 | 10:30 WIB Last Updated 2021-09-03T08:26:33Z

press release kasus ayah cabuli anak
Polres Pekalongan Kota gelar press release kasus ayah cabuli anak.

PEKALONGAN, MJNews.ID - Kasus pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di wilayah kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, sempat menggemparkan warga. Pasalnya, M-R alias A (41 tahun) yang merupakan pelaku, adalah ayah kandung korban yang masih berusia 14 tahun, sebut saja mawar.

Saat press release, Jum'at 3 September 2021, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP M. Irwan Susanto didampingi Kasat Reskrim AKP Achmad Sugeng menjelaskan, kasus ini terungkap setelah korban mengeluhkan sakit pada kemaluannya kepada ibunya. Setelah dilakukan visum, benar saja korban mengalami luka iritasi berat, akibat dugaan perkosaan. Ibu korban kemudian melaporkan mantan suaminya, yang merupakan ayah kandung korban itu ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota yang dibantu unit 1 dan tim Buser, segera mengamankan pelaku. Pelaku diamankan saat bersembunyi di salah satu kamar rumahnya. Bahkan saat hendak ditangkap, pelaku sempat mengelabui petugas dengan berpura-pura linglung.

Di hadapan penyidik, tersangka yang bekerja sebagai kuli batik tersebut akhirnya mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku telah menyetubuhi anaknya hingga 14 kali selama 2 pekan atau selama korban menginap di rumah pelaku pada bulan Juni lalu. Ketika itu, istri kedua dari pelaku sedang pulang kampung.

Tersangka mengakui tergoda dengan kemolekan anaknya yang beranjak remaja tersebut. Pasalnya, mereka sudah berpisah sejak korban berusia 3 tahun. Melihat situasi rumah dalam keadaan aman, tersangka kemudian memaksa korban melayani nafsu bejadnya.

Bahkan, untuk memuluskan aksinya, tersangka mengancam korban yang sudah berpisah dengannya sejak balita itu, untuk tidak akan menjadi wali nikahnya, jika korban menikah nanti. Selain itu, tersangka juga menjanjikan akan membelikan telepon genggam untuk korban, jika korban tutup mulut.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni undang-undang perlindungan anak dan pasal 289 KUHP tentang persetubuhan anak dibawah umur, serta pasal 64 KUHP terhadap pelaku yang masih keluarga dekat dengan korban.

(Alex)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update