Banyak Mati, Petani 3 Kecamatan di Agam Bagian Timur Rame-rame Bongkar Jeruk Manisnya
×

Adsense

Adsense

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 25 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.110 1.501 85.502 2.107
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Banyak Mati, Petani 3 Kecamatan di Agam Bagian Timur Rame-rame Bongkar Jeruk Manisnya

Kamis, 02 September 2021 | 23:10 WIB Last Updated 2021-09-02T16:10:45Z

Petani Bongkar Jeruk Manis
Petani 3 Kecamatan di Agam Bagian Timur Rame-rame Bongkar Jeruk Manisnya.

BUKITTINGGI, MJNews.ID - Para petani jeruk manis di Nagari Gadut dan beberapa nagari lainnya di tiga kecamatan di Kabupaten Agam bagian timur merasa kecewa dikarenakan pohon jeruk yang mereka tanam selama ini banyak yang mati. Para petani jeruk manis berinisiatif untuk membongkar pohon jeruk mereka beralih menukar dengan tanaman lain seperti bawang, buah naga, dan cabai.

Jika dikalkulasikan, pohon jeruk milik petani yang dibongkar di beberapa kecamatan tersebut diperkirakan ada ribuan batang, sementara belum dapat dipastikan penyebab pohon jeruk manis itu mati.

Salah seorang petani jeruk manis bernama Armen St. Saidi, mengisahkan, mereka terpaksa membongkar pohon jeruknya karena sudah mati, dan tidak mungkin untuk dipertahankan lagi.

"Lebih baik ditukar dengan tanaman lainnya, seperti menanam bawang, buah naga atau cabai," ujar Armen.

Sebelum dibongkar, para petani sudah berupaya mengobati pohon jeruk manis dengan memberi pupuk semaksimalnya, namun tidak ada perubahan, artinya tidak produktif.

Penyakit jeruk, apabila dilihat dari dekat daun jeruk mengering, hitam dan rontok. Kalau ada buahnya, kecil, hanya sebesar telor ayam dan menguning kemudian juga rontok.

Para petani sangat berharap pohon jeruknya dan menghasilkan buah yang subur dan dapat meningkatkan ekonomi.

Sesuai hasil survei MJNews, penyakit pohon jeruk manis tidak saja dialami oleh para petani di Nagari Gadut bahkan hal yang sama juga dialami petani jeruk di kenagarian lainya yang ada di tiga kecamatan yang bertetangga yakni Kecamatan Tilatang Kamang, Kecamatan Kamang Magek, dan Kecamatan Palupuah.

Sangat disayangkan, hal ini tidak mendapatkan perhatian dari Dinas Pertanian Kabupaten Agam.

(ril)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update