Cuaca Ekstrim, Banjir dan Longsor serta Pohon Tumbang Landa Sumbar
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Cuaca Ekstrim, Banjir dan Longsor serta Pohon Tumbang Landa Sumbar

Kamis, 30 September 2021 | 00:30 WIB Last Updated 2021-09-29T20:40:04Z


evakuasi seorang anak yang tertimpa pohon
Petugas sedang evakuasi seorang anak yang tertimpa pohon di komplek Makam Syekh Burhanudin, Ulakan Tapakih, Padang Pariaman, Rabu 29 September 2021 sore. (ist)

PADANG, MJNews.ID - Hujan deras yang melanda beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sejak Selasa (28/9/2021) hingga Rabu (29/9/2021) malam berdampak terjadinya sejumlah bencana. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Selain banjir, longsor dan pohon tumbang terjadi di mana-mana. Bahkan, akibat pohon tumbang, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, enam orang terjebak banjir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, Erman Rahman mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, di Kota Solok, terjadi banjir di Biruhun Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Rabu (29/9/2021) dini hari. Banjir terjadi akibat peningkatan air dari hulu sungai serta hujan yang mengguyur Kota Solok dan daerah tetangga. Banjir juga berdampak terendamnya perumahan warga.

Di Kecamatan Lubuk Sikarah, persisnya di Kelurahan Simpang Rumbio RT 1 RW 5, dengan warga yang terdampak sebanyak 99 KK dengan jumlah terdampak mencapai 127 jiwa.
Di Kecamatan Tanjung Harapan Kelurahan Pasar Pandan Airmati (PPA) RT 3 RW 5, warga yang terdampak sebanyak 10 KK dengan jumlah korban mencapai 36 jiwa dan satu balita. 
“Sehingga total yang terdampak banjir di Kota Solok mencapai 99 KK, 163 jiwa dan satu balita,” ungkap Erman Rahman, Rabu 29 September 2021.

Tindak lanjut dari penanganan banjir tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Solok membantu warga mengevakuasi daerah pemukiman warga serta menyerahkan bantuan logistik.

“Kondisi terkini banjir telah surut di beberapa titik. Kebutuhan mendesak saat ini paket makanan siap saji,” ungkap Erman Rahman.

Di Kabupaten Pasaman, tepatnya di Jorong Sei Beremas Nagari Cubadak Barat Kecamatan Duo Koto, akibat curah hujan yang tinggi dan angin kencang, Selasa (28/9/2021) pukul 16.30 WIB, menyebabkan meluapnya air.

Selain itu juga terdapat pohon tumbang menimpa jembatan sehingga ambruk dan terbawa arus sungai. Kondisi ini mengakibatkan jembatan penghubung antara Muaro Tambangan, Koto Tangah dan Sigalabur terputus.

“Tidak ada akses. Kurang lebih 600 KK mengalami kesulitan akses,” terangnya.

“Saat ini TRC BPBD Kabupaten Pasaman melakukan pembersihan material kayu dibantu masyarakat,” sambung dia.

Di Kabupaten Solok pada Jorong Pila Nagari Guguak Sarai, Kecamatan IX Koto Sei Lasi, telah terjadi longsor di perumahan warga yang dihuni Darlis, akibat intensitas hujan yang tinggi Selasa (28/9/2021) pukul 21.30 WIB.

“Kerugian material korban kurang lebih Rp50 juta. TRC BPBD Kabupaten Solok melakukan pemantauan dan pengambilan data serta membantu warga mengevakuasi pemukiman warga yang terdampak bencana,” terangnya.

Dari Kabupaten Padang Pariaman dilaporkan, banjir terjadi di sejumlah daerah. Antara lain di komplek perumahan Bumi Kasai Permai, Kecamatan Batang Anai. Peristiwa yang dipicu oleh angin kencang disertai hujan lebat tersebut terjadi pada Rabu (29/9/2021) sore.

Hingga tadi malam, ketika berita ini diturunkan hujan belum juga reda. Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman, Budi Mulya membenarkan kejadian tersebut, namun belum bisa memberikan keterangan yang lengkap.

Budi Mulya cuma menyebutkan, selain banjir di beberapa lokasi, juga banyak pohon yang tumbang. Bahkan, ada satu orang yang meninggal akibat tertimpa pohon. “Namun, untuk lengkapnya, kami masih mununggu laporan dari petugas di lapangan,” katanya. 

Kejadian naas itu di komplek Makam Syekh Burhanuddin, Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih. Satu pohon besar yang diperkirakan telah berusia puluhan dan mungkin sudah lebih seratus tahun tumbang. Pohon Asam Jawa itu menimpa sejumlah kios pedagang dan beberapa orang peziarah.

Sekretaris Kecamatan Ulakan Tapakih, Anesa Satria, Rabu (29/9/2021) malam, menyebutkan ada empat orang yang tertimpa pohon tersebut. Satu orang di antaranya meninggal.

“Siapa dan dari mana, saya belum dapatkan datanya,” ujar Anes.

Sementara tiga korban lainnya, Syaidah (4), Sarima (62) dan Tuti (25). Ketiganya dari Kecamatan Sungai Garinggiang, Padang Pariaman.

“Saidah mengalami luka di kepala bagian belakang, Sarima mengalami luka di bagian kaki dan Tuti mengalami patah kaki,” jelas Anes.

Cuaca Ekstrim Landa Kota Padang
Hujan disertai badai juga mengguyur Kota Padang sejak siang kemarin mengakibatkan sejumlah lokasi tergenang air. Tidak hanya genangan air Jalan Lintas Padang - Solok sempat macet dikarenakan longsor di kawasan Sitinjau Lauik.

Data dari BPBD Padang ada tiga titik genangan air, satu titik longsor dan dua titik pohon tumbang, diakibatkan cuaca ekstrim yang melanda Padang.

“Hingga saat ini curah hujan cukup tinggi, kita tetap waspada dan memantau debit air di sepanjang aliran sungai, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Padang, Sutan Hendra.

Sutan Hendra mengatakan, selain menyebar petugas di tempat-tempat yang dianggap rawan bencana, pihaknya juga menyediakan peralatan apabila terjadinya penambahan debit air di pemukiman warga.

“Kita sudah stand by-kan perahu karet, apabila nanti dibutuhkan untuk evakuasi. Sementara longsor di Jalan Lintas Padang-Solok, sudah dikerjakan petugas untuk membuang material yang berserakan di jalan,” ujar dia.

Dikatakan, pantauan petugas di lapangan, selain longsor di Jalan Lintas Padang-Solok, genangan air terjadi di Perumahan Jundul Rawang, Kelurahan Rawang, Padang Selatan. Di sana debit air mencapai lebih kurang 70 centimeter.

Selain itu, Jalan Perdana, persisnya depan TVRI, Kelurahan Aie Pacah, Koto Tangah debit air mencapai lebih 30 centimeter. Tidak hanya genangan air, pohon tumbang juga terjadi di RT02 RW 02 Kampung Batu, Kelurahan Batang Arau.

Banjir juga melanda Komplek Jondul Rawang, Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan. Kawasan Komplek Jondul Rawang memang dikenal langganan banjir, Hari itu terlihat genangan air banjir sudah memenuhi jalanan di sekitaran Komplek Jondul Rawang.

Salah seorang warga, Ema (46) mengatakan, perlu perhatian pemerintah untuk Komplek Jondul Rawang ini, karena jika hujan lebat saja sudah naik genangan banjir di jalan. Ia berharap sekali perhatian pemerintah terutama perbaikan drainase menyeluruh, meskipun sebelumnya sudah ada perbaikan drainase itu masih belum mampu mencarikan solusi.

Selain itu pohon tumbang juga terjadi di Jalan By Pass, Simpang RSUD Rasidin Padang. “Petugas masih berjibaku membersihkan material pohon tumbang dan material tanah. Sementara untuk korban jiwa, tidak ada,” katanya.

Terakhir Sutan Hendra mengatakan, tinggi aliran sungai Batang Kuranji sudah mencapai 165 centimeter, dipantau warna air sudah kuning dan saat ini status normal level 2.

“Kita harapkan kepada warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai tetap waspada. Mengingat saat ini curah hujan masih tinggi. Apabila tidak memungkinkan, diharapkan warga di sepanjang aliran sungai untuk mengungsi dulu,” tutupnya.

Terjebak Banjir
Kantor SAR Padang mengerahkan personel pencarian ke lokasi anak terjebak banjir di Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Kepala Kantor SAR Padang, Asnedi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi enam anak-anak terjebak banjir di kawasan Tarantang. “Enam personel ditambah juga oleh Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) kami,” kata Asnedi, Rabu 29 September 2021.

Sebelumnya, kabar anak-anak terjebak banjir bandang tersebut dibenarkan oleh Kepala Pelaksana Kalaksa BPBD Kota Padang, Barlius.

“Iya benar, ada anak-anak terjebak banjir di sana, semuanya anak-anak,” kata Barlius dikutip Halonusa.com.

Namun, Barlius belum mejelaskan secara detail kronologi kejadian tersebut.

(tim)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update