Disdikbud Padang Panjang Gelar Bimtek Implementasi Program Kesiapan Bersekolah
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Disdikbud Padang Panjang Gelar Bimtek Implementasi Program Kesiapan Bersekolah

Rabu, 22 September 2021 | 12:00 WIB Last Updated 2021-09-22T05:00:00Z


Dian Puspita Fadly Amran memaparkan materi
Bunda PAUD Kota Padang Panjang, dr. Dian Puspita Fadly Amran memaparkan materi pada kegiatan Bimtek Implementasi Program Kesiapan Bersekolah di Kota Padang Panjang di Aula Hotel Rangkayo Basa, Selasa 21 September 2021. (kominfo)

PADANG PANJANG, MJNews.ID - Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), anak usia dini belum boleh diajarkan belajar membaca, menulis dan berhitung (calistung). Sebab, usia dini belum tepat untuk diajarkan calistung dan bila dipaksakan akan membahayakan mental anak.

Untuk memberikan pemahaman dan persamaan persepsi kepada guru dan orang tua terhadap calistung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang Panjang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Program Kesiapan Bersekolah di Kota Padang Panjang di Aula Hotel Rangkayo Basa, Selasa 21 September 2021.

Bunda PAUD Padang Panjang, dr. Dian Puspita Fadly Amran, yang menjadi salah satu pemateri di bimtek ini menyebutkan, perlu penyamaan persepsi antara lembaga pendidikan formal, nonformal dan pendidikan dasar. Sehingga ada kesinambungan pola pendidikan secara berjenjang sesuai dengan usia perkembangan anak.

“Sama diketahui, anak-anak usia dini belum diperbolehkan belajar calistung. Jangan sampai nanti di sekolah belum diajarkan, namun di rumah diajarkan oleh orang tua," katanya.

Memaksa anak usia di bawah lima tahun (balita) menguasai calistung, jelas Dokter Dian, dapat menyebabkan anak terkena Mental Hectic, yaitu anak menjadi pemberontak. Penyakit itu akan merasuki anak saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD), lantaran merusak kecerdasan mentalnya.

“Ia mungkin tampak jenius secara kognitif. Namun fungsi otak lainnya akan terganggu. Otak manusia tidak hanya berfungsi untuk mengolah informasi kognitif, namun juga nalar dan karakter atau akhlak,” ungkap Dian.

Dijelaskannya, untuk tumbuh kembang anak di periode emas ini, anak-anak butuh diajarkan bagaimana berinteraksi dengan teman-temannya, mengenalkan kepada mereka apa itu buah-buahan dan sayur-sayuran.

"Mengenalkan cara menyebut nama sendiri, nama orang tua, saudara dan teman-temannya adalah hal yang bagus diajarkan. Karena pada periode emas tersebut, otak akan paling banyak menyerap apa yang dilihat dan didengar anak," terang Dian di hadapan 32 peserta yang terdiri dari perwakilan kepala sekolah, guru PAUD serta orang tua murid itu.

Sementara Kepala Disdikbud, M. Ali Tabrani menyampaikan, kesiapan anak untuk bersekolah, sangat perlu diperhatikan. Usia berapa anak harus diajarkan membaca, mengenal lingkungan dan sebagainya harus diperhatikan sejak dini.

"Kita harapkan layanan PAUD di Padang Panjang dapat lebih terjamin, sehingga tumbuh kembang anak lebih optimal. Manfaatkanlah bimtek ini dengan sebaik-baiknya, karena ini juga menjadi sarana komunikasi dalam meningkatkan layanan yang optimal bagi kesiapan bersekolah anak usia dini," pesannya.

(mutia)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update