Disparpora Bukittinggi Adakan Pelatihan Pengelola Desa Wisata
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Disparpora Bukittinggi Adakan Pelatihan Pengelola Desa Wisata

Selasa, 28 September 2021 | 20:00 WIB Last Updated 2021-09-28T14:49:59Z


Disparpora Bukittinggi Adakan Pelatihan Pengelola Desa Wisata
Disparpora Bukittinggi Adakan Pelatihan Pengelola Desa Wisata.

Bukittinggi, MJNews.ID - Keberadaan Desa Wisata ternyata mendapat perhatian serius bagi Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi karena Desa Wisata (DW) salah satu lembaga dinilai sangat strategis dalam membangun kepariwisataan dan nilai-nilai kearifan lokal.

Untuk itu, Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dispapora) menggelar pelatihan pengelola Desa Wisata. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari mulai 28 sampai 30 September bertempat di Rocky Hotel.

Peserta pelatihan DW berasal dari 5 kelurahan yang mengelola desa wisata atau calon desa wisata dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Masing-masing kelurahan mengirim utusan sebanyak delapan orang, sedangkan lima kelurahan Desa Wisata adalah Kelurahan Kayu Kubu, Bukik Apit Puhun, Manggih Gantiang, Pakan Labuah.

Sementara narasumber yang memberikan materi terdiri dari unsur SKPD terkait praktisi dan akademis selama pelatihan, dimana para peserta akan melakukan kunjungan ke lapangan guna melihat dari dekat desa wisata Kampuang Sarugo yang ada di Payakumbuh.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kadisparpora H. Supadria dihadiri Sekretaris Disparpora SumBar.

Supadria dalam sambutannya mengatakan, arah kebijakan pembangunan desa wisata kita ini adalah pembangunan berbasis masyarakat karena ia berbasis masyarakat dalam rangka penguatan kelembagaan dan SDM masyarakat.

Salah satu kegiatannya kita melakukan pelatihan karena trik-trik atau langkah strategis tentang itu dbahas, makanya kita berharap mereka semua menghadiri dengan serius sehingga ketika desa wisata ini diterapkan mereka akan memahami kiat-kiat mengelola desa pariwisata ini seperti apa, karena pengelolaan kita mulai dari fungsi merencanakan, menggerakan orang, mengorganisir sampai peran-peran mengawais dari kegiatan yang mereka lakukan.

Keberadaan desa wisata sebagai salah satu lembaga yang dinilai strategisa untuk meningkatkan nilai- nilai kearifan lokal yang kita jual, kita tidak ingin di Bukittinggi ini menjual yang orang punya tapi nilai-nilai kearifan lokal yang kita punya. Kita tidak harus bikin di sini kampung belanda, tidak seperti itu. Tapi apa yang ada sama kita itu yang kita bangun secara baik kualitasnya kita tingkatkan, atraksi wisata yang berorientasi masyarakat punya.

"Alhamdulillah pariwisata Bukik Gantiang termasuk 100 besar desa wisata di Indonesia yang pengelolaannya cukup baik. Jadi kearifan lokal itu ada kuliner, ada olahraga, ada adat istiadat, ada keseniannya. Itu akan dimunculkan semua dari keseluruhan itu yang kita jual. Karena itu yang memang kita punya," katanya.

"Ke depannya strateginya akan kita tingkatkan dan berperan lagi. Jadi bukan lembaga formal saja tetapi betul-betul teraktualisasikan desa wisata itu upaya kita untuk menunjang desa wisata ini kita melakukan penguatan kelembagaaan SDM yang kita laksanakan ini," pungkasnya.

(ril)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update