Keltan Raharjo Purworejo Adakan Sekolah Lapangan Teknologi Produksi Padi
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Keltan Raharjo Purworejo Adakan Sekolah Lapangan Teknologi Produksi Padi

Senin, 20 September 2021 | 13:00 WIB Last Updated 2021-09-20T12:01:07Z


Keltan Raharjo Purworejo Adakan Sekolah Lapangan Teknologi Produksi Padi
Keltan Raharjo Purworejo Adakan Sekolah Lapangan Teknologi Produksi Padi.

Purworejo, MJNews.ID - Teknologi produksi benih padi unggul kini mulai dikembangkan oleh BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Provinsi Jawa Tengah kepada kelompok tani (Keltan).

Untuk itu, Kelompok Tani Raharjo Desa Banjarejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo mendapat kesempatan untuk melaksanakan kegiatan sekaligus bimbingan Sekolah lapang teknologi produksi benih padi unggul dari BPTP Semarang, Senin 20 September 2021, bertempat di aula Balai Desa Banjarejo.

Peneliti sistem usaha pertanian dari BPTP, Ir Cahyati dalam sambutannya menyampaikan untuk menjadi produsen benih padi perlu dibentuk organisasi dan sertifikasi hasil produksi agar hasilnya bisa dipasarkan ke pasar umum.

"Kalau sudah punya sertifikat produksi kelompok akan mendapat keuntungan dan kesejahteraan dari hasil produksi yang dihasilkan," imbuhnya.

Kepala Desa Banjarejo Hidayat menyambut baik dan memfasilitasi serta mendorong kegiatan kelompok tani raharjo agar kedepanya kelompok mendapat nilai tambah bagi para petani yang tergabung dalam wadah kelompok tani dan bisa mensejahterakan masyarakat Desa Bajarejo umumnya.

"Kendala yang dihadapi karena Desa Banjarejo merupakaan daerah paling ujung atau petit dari saluran irigasi DI kedung putri
tiap tahun di musim tanam 2 dan 3 di desa kami selalu kerepotan air untuk mengairi sawah," katanya.

"Namun kami tidak putus asa dalam mengupayakan air supaya masyarakat kami tetap bisa menanam padi," terangnya.

Ir Mariyani Petugas BPSB (Balai Pengawasan Sertifikasi Benih) Provinsi Jawa Tengah mengingatkan pentingnya pengawasan benih secara berkala. Mulai dari pemeriksaan benih awal tanam, sampai dengan pemeriksaan fase masak atau panen dan terakhir pengambilan sample hasil panen guna diterbitkanya sertifikasinya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Raharjo, Woro Kristyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini kelompok mendapat alokasi dana Rp. 174.000.000.untuk luas lahan 5 hektare. Dana tersebut digunakan untuk biaya olah tanah, penyemaian benih, obat-obatan sampai dengan pengemasan serta pembangunan lantai jemur.

Tenaga Ahli dari Ir Panggah Susanto, Yogo Trianto menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan bimtek yang dihadiri semua unsur termasuk Dinas Pertanian Purworejo.

(fix)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update