Komite III DPD RI Usulkan Grand Design Keolahragaan agar Atlet Berprestasi
×

Adsense

Adsense Mobile

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 26 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.140 1.401 85.625 2.114
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Komite III DPD RI Usulkan Grand Design Keolahragaan agar Atlet Berprestasi

Selasa, 14 September 2021 | 12:00 WIB Last Updated 2021-09-14T05:00:00Z

Komite III DPD RI kunker ke Banten
Komite III DPD RI kunker ke Banten.

Banten, MJNews.ID - Komite III DPD RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka inventarisasi materi penyusunan pandangan pendapat DPD RI terhadap RUU tentang Sistem Keolahragaan Nasional di Provinsi Banten, Senin 13 September 2021.
 
Menurut Ketua Komite III DPD RI, Prof. Sylviana Murni, Indonesia membutuhkan desain besar olahraga agar Atlet bisa berprestasi tinggi. Dengan demikian, Atlet-Atlet yang menjadi juara itu karena desain tersebut, bukan faktor kebetulan atau by accident. 
 
Prof Sylviana, senator asal DKI Jakarta ini juga menjelaskan bahwa dalam RUU Sistem Keolahragaan Nasional, Pasal 69, diusulkan alokasi 2% APBN dan APBD untuk olahraga. 
 
“Hal ini merupakan bentuk komitmen Komite III DPD RI untuk memajukan olahraga dan meningkatkan prestasi olahraga,” tegasnya. 
 
Contoh, PON Papua hampir batal, namun atas upaya DPD RI yang menghadirkan Kemenpora, KONI, KOI, dan pihak-pihak terkait, maka PON bisa tetap dilaksanakan. Prof. Sylvi menjelaskan, Pemda diharapkan mendukung PON Papua dengan menyediakan anggaran untuk tim, baik Atlet maupun official sehingga PON ini akan sukses dan Atlet meraih prestasi.
 
Hasan Basri senator asal Kalimantan Utara, mengingatkan bahwa, keberhasilan usulan 2% di atas sangat membutuhkan dukungan para kepala daerah, dan kelak jika berhasil, dibutuhkan komitmen pelaksanaan norma UU ini. 
 
“Jangan sampai seperti halnya dana pendidikan, banyak daerah belum bisa melaksanakan 20% anggaran pendidikan,” katanya. 
 
Bambang Sutrisno senator asal Jawa Tengah,  menyoroti soal nasib pelatih. “Pelatih yang melahirkan Atlet berprestasi, agar bisa diakomodir untuk menjadi pegawai di BUMN atau pemerintahan, melalui revisi UU ini,” tuturnya. 
 
Senada dengan itu, Mirati Dewaningsih senator asal Maluku, mengusulkan agar standarisasi bonus atau penghargaan bagi Atlet yang berprestasi perlu menjadi perhatian bersama.

“Jika bonus tidak jelas atau tidak standar, maka Atlet akan tidak tertarik untuk berlomba,” katanya. 
 
Prof. Sylviana juga mengingatkan bahwa, perlu kajian mendalam tentang dibolehkannya CSR untuk mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga.

“Pihak swasta perlu melibatkan diri agar prestasi olahraga Atlet Indonesia berkembang pesat,” jelasnya.

(rls/dpd)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update