Mahyeldi: Pemprov Sumbar Galang Perantau Atasi Dampak Covid-19
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Mahyeldi: Pemprov Sumbar Galang Perantau Atasi Dampak Covid-19

Sabtu, 18 September 2021 | 06:00 WIB Last Updated 2021-09-17T23:00:00Z


Mahyeldi Ansharullah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

JAKARTA, MJNews.ID - Sebagai daerah yang banyak mengandalkan modal pembangunan dari pariwisata, Sumatera Barat (Sumbar) ikut terdampak selama pandemi Covid-19. Apalagi dana dari pusat ikut berkurang karena alokasi banyak tersedot untuk penanganan Covid-19.

“Penyumbang pendapatan kita itu dari sektor pariwisata dan restoran yang tidak buka, otomatis pajaknya juga tidak jalan. Juga angka pengangguran meningkat,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam program Blak-blakan detik.com, Jumat 17 September 2021.

Beruntung banyak orang Sumbar (Orang Minang) yang tak melupakan kampung halaman mereka. Mahyeldi menyebut jumlah para perantau mencapai dua kali lipat dari warga yang bermukim di Sumbar. Banyak dari mereka yang berdonasi bermacam barang yang dibutuhkan langsung ke daerah-daerah asal. Pada masa pandemi semangat Orang Minang untuk berderma meningkat sampai 100 persen.

“Alhamdulillah Sumatera Barat kemarin kita ditetapkan oleh ACT (Aksi Cepat Tanggap) sebagai Provinsi Kedermawanan,” ujarnya.

Tingginya potensi sumber pembangunan dari perantau membuat Pemprov Sumbar pada beberapa tahun lalu membuat Biro Pemerintahan dan Rantau. Tetapi mulai tahun ini dihapus atas saran Mendagri.

“Kita merasa kehilangan karena memang selama ini komunikasi kita dengan Perantau sangat kuat ketika dibantu oleh biro rantau. Bapak Syafi’i Maarif juga sampaikan bahwa pemerintah daerah harus memanfaatkan potensi potensi rantau itu baik dalam bentuk pikiran ide atau pun jaringan jaringan yang bisa memberikan dukungan kepada daerah,” tutur Mahyeldi.

Toh begitu, Pemprov tak berpangku tangan. Mahyeldi yang mulai memimpin Sumbar sejak Maret lalu mencoba bersinergi dan berkolaborasi dengan kabupaten dan kota di wilayahnya terkait visi dan program yang sama dalam pembangunan, seperti di sektor pertanian. Selama pandemi harus diakui sektor ini mampu bertahan karena setiap orang bagaimana pun butuh makan.

“Untuk menjaga kelangsungan pasokan pangan dari daerah-daerah ada kesepahaman untuk membenahi irigasi dan menjamin pemasaran,” kata Mahyeldi mencontohkan.

Ia juga terus berupaya meningkatkan kapasitas lembaga Baznas dan berbagai yayasan sosial, dan filantropi untuk bersinergi meringankan beban masyarakat dengan memberikan bantuan paket modal usaha.

(*/dtc)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update