Mantap! Mendes Larang Minimarket Masuk Desa
×

Adsense

Adsense

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 25 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.110 1.501 85.502 2.107
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Mantap! Mendes Larang Minimarket Masuk Desa

Sabtu, 04 September 2021 | 21:00 WIB Last Updated 2021-09-04T14:00:00Z

Abdul Halim Iskandar
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar.

SIDOARJO, MJNews.ID - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta pemkab ikut melindungi usaha kecil di pedesaan. Dirinya juga meminta pemkab tidak memberikan izin minimarket masuk desa.

“Kami meminta pemkab ikut melindungi usaha kecil pedesaan. Dengan cara melarang, tidak memberikan izin minimarket masuk pedesaan,” kata Abdul Halim usai mengunjungi Bumdes Sukses Makmur yang mengelola pertashop, di Desa Jemiran Kecamatan Jabon Sidoarjo, Jumat 3 September 2021.

Abdul Halim menjelaskan, perizinan untuk mendirikan minimarket baru di desa-desa harus dicegah dengan alasan apapun. Karena berdirinya minimarket akan berdampak negatif terhadap berbagai usaha yang sudah dilakukan warga di desa.

“Bila terjadi ada minimarket masuk ke pedesaan, jelas akan mengganggu BUMDes dan usaha lain yang sudah dikelola oleh warga desa,” jelas Abdul Halim yang dikutip detikcom.

Abdul Halim bercerita, untuk memajukan perekonomian desa, dua hari yang lalu pihaknya webinar dengan Menteri BUMN dan Direktur Pertamina terkait percepatan pemulihan ekonomi nasional di level desa. Pihaknya berharap ada kerjasama antara Pertamina dan BUMN dengan BUMDes.

Abdul Halim mencontohkan BUMDes bisa menjadi agen Pertamina ditingkat desa. Pihaknya meminta MoU harus menguntungkan juga. Namun pemilihan usaha yang dikembangkan oleh BUMDes diharapkan juga tidak menganggu dan merugikan usaha-usaha yang sudah di jalankan oleh masyarakat desa.

“Prinsip BUMDes untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat di desa. Sehingga tidak boleh berbagai usaha yang sudah berjalan di masyarakat desa. Gara-gara BUMDes kemudian usaha masyarakat desa itu mati,” tandasnya.

(*/dtc)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update