Mertua SBY Dimakamkan di Purworejo, Begini Sosok Almarhumah
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Mertua SBY Dimakamkan di Purworejo, Begini Sosok Almarhumah

Selasa, 21 September 2021 | 15:30 WIB Last Updated 2021-09-21T12:46:51Z


Keluarga SBY saat pemakaman Almarhumah Ibu Ageng
Keluarga SBY saat pemakaman Almarhumah Ibu Ageng (Hj. Sri Sunarti Hadiyah), istri dari Almarhum Jenderal Sarwo Edhi Wibowo sekaligus ibu dari Almarhum Ibu Ani Yudhoyono, Selasa 21 September 2021.

Purworejo, MJNews.ID - Almarhumah Ibu Ageng (Hj. Sri Sunarti Hadiyah) istri dari Almarhum Jenderal Sarwo Edhi Wibowo sekaligus ibu dari Almarhum Ibu Ani Yudhoyono, Mertua dari Presiden ke-6 RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, dimakamkan pada hari ini Selasa 21 September 2021 di Purworejo.

Almarhumah tutup usia Senin kemarin, 20 September 2021 Pukul 17.45 WIB dalam usia 91 tahun. Jenazah akan dimakamkan di makam keluarga di Ngupasan, Purworejo bersanding dengan makam suami beliau Jenderal Sarwo Edhie Wibowo.

Mengawali sambutan dalam acara prosesi pemakaman mertua SBY tersebut, Bupati Purworejo Agus Bastian menghaturkan doa Semoga segala dosa dan kesalahan beliau diampuni oleh Allah SWT, dan segala Amal ibadah beliau semasa hidupnya diterima oleh Allah SWT, Amin. 

"Saya atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Daerah Purworejo menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Ageng (Ibu Hj Sunarti)," kata Agus Bastian.

Almarhumah, kata Agus Bastian, merupakan sosok wanita yang tangguh, mendampingi suaminya (Alm Sarwo Edhie Wibowo) sekian lama.

"Beliau adalah panutan bagi kita semua, terlebih menantunya adalah Presiden RI ke-6," ungkap Bupati Purworejo.

SBY beri sambutan dalam acara prosesi pemakaman
SBY beri sambutan dalam acara prosesi pemakaman Hj. Sri Sunarti Hadiyah.

Sambutan berikutnya yang disampaikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan bahwa di hari yang penuh dengan rasa duka ini, keluarga yang ditinggalkan harus tabah, tawakal dan ikhlas.

"Marilah kita mendoakan supaya almarhumah diterima di hariban ALLAH, SWT, Amiin," ucap SBY.

Lebih lanjut dikatakan SBY bahwa almarhumah adalah wanita pejuang tangguh yang pernah turut menjadi sukwati (sukarelawan wanita) pada saat berjuang untuk tanah air NKRI tercinta.

"Beliau ikut berjuang membela Tanah Air, terutama pada tahun 1960-an disaat Negari ini sedang mengalami pergolakan," ungkap mantan Presiden RI ini.

Lanjut SBY, almarhumah adalah istri prajurit yang mengalami pahit getir kehidupan seorang prajurit.

"Pernah mengalami hidup pas-pasan bersama Almarhum Sarwo Edhie Wibowo," pungkas SBY.

Sementara itu, salah seorang cucu almarhumah yang juga Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku sangat kehilangan almarhumah. Pasalnya, AHY sangat lama dekat dengan almarhumah, terutama saat tinggal di Cijantung, sehingga paham betul sosok eyang putrinya tersebut.

“Ibu Ageng adalah sosok ibu dan eyang panutan yang selama ini selalu bijaksana, penuh semangat, dan cinta, serta selalu menjadi pengayom keluarga. Sosoknya begitu berkesan mendalam di hati kami semua. Almarhumah Memo selalu menyebutnya menjadi 'pamonge jagad' dalam keluarga kami,” kata AHY kepada awak media.

Sedangkan Anisa Pohan, istri AHY mengatakan bahwa almarhumah sosok yang cerdas dan nyambung ketika diajak berdiskusi maupun ngobrol.

"Beliau meski usianya sudah lanjut, tetapi selalu meng-update berita dan informasi terkini, tiap hari membaca koran, sehingga tidak ketinggalan dengan informasi terbaru. Ingatannya tajam, terutama soal masa-masa perjuangan jaman dahulu sehingga kita yang muda mendapatkan pembelajaran yang bermanfaat dari almarhumah," kata Anisa Pohan.

Sementara itu dalam prosesi pemakaman almarhumah, selain keluarga besar Sarwo Edhie Wibowo, nampak hadir diantaranya mantan Wakil Presiden RI ke-6 Ir Budiono beserta Ibu Herawati, Ketua Fraksi DPR RI Partai Demokrat beserta jajaran DPD dan DPC, Danrem 072/Pamungkas, Bupati dan Wabup Purworejo, Ketua MUI Purworejo dan sejumlah pejabat lainnya.

(Alex)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update