Pemkab Solok Berikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD
×

Adsense

Adsense

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 25 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.110 1.501 85.502 2.107
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemkab Solok Berikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD

Rabu, 15 September 2021 | 10:30 WIB Last Updated 2021-09-15T12:30:10Z

Pemkab Solok Berikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD
Pemkab Solok Berikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD.

Arosuka, MJNews.ID - Bertempat di ruang sidang DPRD Kabupaten Solok, Bupati diwakili Plh. Sekretaris Daerah Edisar, SH, M. Hum menghadiri rapat paripurna dengan agenda jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap nota penjelasan Bupati Solok tentang Ranperda perubahan APBD Kabupaten Solok tahun anggaran 2021, Selasa 14 September 2021.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Lucky Efendi ini juga dihadiri oleh Plt. Sekretaris Dewan Zaitul Ikhlas, Forkompimda, para Anggota DPRD dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.

Edisar dalam menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD menjelaskan, rancangan perubahan APBD Tahun 2021 mengalami penurunan baik dari segi pendapatan daerah maupun belanja daerah. Hal ini terjadi karena adanya bencana non alam berupa pandemi Covid-19.

Edisar menjelaskan, penurunan pendapatan dipengaruhi oleh pengurangan pendapatan daerah dari dana transfer pemerintah pusat, adanya rasionalisasi anggaran dan refocusing kegiatan, yang berimbas pada penyesuaian transfer ke daerah. Selain itu juga dipengaruhi oleh penyesuaian pendapatan yang bersumber dari PAD.

“Sesuai Amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021, dalam rangka mendukung penanganan covid-19 dan dampaknya, mengakibatkan terjadinya pengurangan pendapatan transfer berupa Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp. 21 Milyar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 450 juta,” papar Edisar.

Ia menjelaskan kurang bergairahnya aktivitas ekonomi Kabupaten Solok akibat adanya kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat, membuat lemahnya ekonomi, sehingga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan daerah yang berasal dari pajak maupun retribusi daerah. Pemerintah daerah berupaya menggali potensi sumber-sumber dengan mengevaluasi peraturan yang terkait dengan penetapan tarif dan retribusi daerah tersebut.

Berkaitan dengan kesiapan SDM, Edisar mengatakan pemerintah daerah akan melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi secara berkala agar tercipta ASN yang berdaya guna dan berdaya saing. Dan nantinya diharapkan dapat mendukung pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih baik dan akuntabel. Harapannya, belanja daerah untuk tahun 2021 dapat dikelola dengan maksimal dan memberikan dampak yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain mengenai penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 dalam APBD tahun 2021, pemerintah daerah berupaya mengalokasikan anggaran untuk mendukung vaksinasi dan insentif tenaga kesehatan daerah.

Selain itu juga mengalokasikan anggaran untuk pengembangan sistem irigasi, penguatan/pengembangan koperasi dan UMKM, serta stabilisasi ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Tak hanya itu, Ia juga memaparkan pemerintah daerah lebih memprioritaskan sektor-sektor penting dan mendesak baik di bidang kesehatan, ekonomi maupun infrastruktur.

”Upaya yang dilakukan pemerintah daerah dapat menekan dampak buruk yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 ini, sehingga perekonomian masyarakat dapat bangkit dan pulih. Dengan bergeraknya sektor ekonomi, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, dan secara langsung berpengaruh pada menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Solok,” pungkas Edisar.

(zal)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update