Pemko Terus Wujudkan Pantai Padang Bersih dan Bebas Sampah
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Pemko Terus Wujudkan Pantai Padang Bersih dan Bebas Sampah

Senin, 20 September 2021 | 10:00 WIB Last Updated 2021-09-20T03:00:00Z


aksi pembersihan sampah di Pantai Padang
Berbagai organisasi peduli sampah dan BUMN melakukan aksi pembersihan sampah di Pantai Padang dalam kegiatan peringatan World Cleanup Day (WCD). (ist)

PADANG, MJNews.ID - Timbulan sampah Kota Padang 641 ton per hari dan yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar 450 ton per hari. Sedangkan pengurangan sampah sebesar 128,2 ton sehingga masih tersisa sampah yang tidak terkelola sebesar 14 persen atau kurang lebih 62,8 ton.

Sampah yang tak terkelola inilah yang ditemui di muara sungai, bantaran pesisir pantai dan tempat tempat penumpukan sampah liar. Oleh sebab itu, sangat diperlukan peran dan partisipasi masyarakat untuk mengatasi persoalan itu.

Hal tersebut ditegaskan Walikota Padang, Hendri Septa yang diwakilkan kepada Plt. Sekda Kota Padang, Dr. Edi Hasymi saat membuka pelaksanaan kegiatan World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2021 di kawasan Danau Cimpago Pantai Padang, Sabtu 18 September 2021. 

Disebutkannya, untuk penanganan sampah di pantai, pemerintah kota masih mengalami keterbatasan sarana prasarana. sampai dengan tahun 2021, terdapat 5 unit kontainer di sepanjang Pantai Padang, 12 unit tempat sampah terpilah disekitar muaro lasak serta 3 kapal pengumpul sampah yang merupakan bantuan CSR.

Lebih jauh disebutkan, untuk mewujudkan pantai bersih dan bebas sampah juga dilakukan inovasi pemasangan kubus apung di sungai agar sampah tidak sampai ke muara pantai.

Menurut Edi Hasymi, kondisi saat ini, masih ditemukan adanya sampah yang berserakan di sepanjang bibir pantai, maupun seputar pantai secara keseluruhan.

Pedoman pengelolaan sampah sudah ada sejak tahun 2008, yaitu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dan Perda Kota Padang Nomor 21 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah di Kota Padang. Walaupun Undang-Undang tersebut sudah menjadi pedoman sejak beberapa tahun lalu, namun sampah masih menjadi persoalan serius. Kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup menyebabkan timbulan sampah menjadi lebih banyak dan tidak signifikan dengan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Pengelolaan sampah di Padang sudah diupayakan semaksimal mungkin secara terus menerus berinovasi untuk perbaikan perbaikan dalam pengelolaan, namun tidak dipungkiri hingga saat ini pengelolaan sampah masih menyisakan persoalan yang memerlukan pemecahan dan solusi bersama.

Pada tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon mengatakan, peran serta seluruh unsur sangat diharapkan agar dapat meningkatkan upaya pengelolaan sampah baik untuk penanganan maupun untuk pengurangan sampah.

Guna penanganan sampah dibutuhkan kontribusi dan peran serta dalam bentuk dukungan penambahan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Peranserta masyarakat juga diwujudkan dalam bentuk kegiatan World Cleanup Day (WCD) yang merupakan aksi bersih-bersih yang dilaksanakan dalam satu hari secara serentak di seluruh dunia.

Tujuannya menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku, dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah, serta memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan bumi.

Ditambahkannya, Pemerintah Kota Padang mendukung aksi WCD ini dengan tema “Bersatu Untuk Indonesia Bersih” diprakarsai oleh Pegadaian Indonesia, Pangea Movemnet, Bank Sampah se-Kota Padang, Walhi, Komunitas Pemuda Indonesia Peduli Sampah dan Forum Komunitas Peduli Sungai.

(swl/eds)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update