Ribut Terus, Apakah Ruang Sidang DPRD Kabupaten Solok Perlu Diruqyah Biar Adem?
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Ribut Terus, Apakah Ruang Sidang DPRD Kabupaten Solok Perlu Diruqyah Biar Adem?

Minggu, 26 September 2021 | 00:00 WIB Last Updated 2021-09-25T17:05:48Z


Ustadz Helendra Al Makmuri
Ustadz Helendra Al Makmuri.

Arosuka, MJNews.ID - Terkait dengan ricuhnya pihak eksekutif dan legislatif saat menggelar paripurna di ruang sidang DPRD Kabupaten Solok, ada juga pendapat nyeleneh yang kadang juga bisa sebagai alternative penawar bagi para petinggi yang katanya sedang membahas kemajuan pembangunan Kabupaten Solok.

Sudah berapa kali sidang, puncaknya saat asbak terbang, meja didobrak, diinjak dan seterusnya, itu di hadapan para terhormat bupati kepala daerah beserta jajaran, Ketua DPRD beserta unsur pimpinan dan anggota dewan yang terhormat, para Forkopimda beserta tetamu hadirin lainnya, membuat seketika suasana heboh dan buncah, hingga viral dan terkenal Kabupaten Solok ke seantero jagad.

Yang belum paham betul terpaksa lewat mbah google mencari peta Kabupaten Solok. Dan Jumat kemarin, kembali terkenal Kabupaten Solok ke seantero jagad, dengan aksi hujan interupsi yang dibarengi tunjuk-tunjuk. Dan pada interval sebelumnya adu argumen, debat panas tak kalah serunya disertai interupsi para wakil rakyat tersebut.

Mencermati demikian, seorang insan pers di Arosuka, yang cukup tua di bilangan umur berinisial Y. Mangkudun Sati menimpali, bahwa jika terus berkecamuk di DPRD, jangan-jangan ruangan tersebut ada aura jahat.

“Kalau ricuh selalu dalam berpendapat di ruangan paripurna, jangan-jangan ruangan itu punya aura jahat. Jika perlu diruqyah, agar para peserta didalamnya berdebat bisa mengendalikan emosi. Kata orang, kepala boleh panas tapi hati tetap dingin dan terkendali. Ini tidak kayak orang bacakak, mana intelektual tersebut," kutuk orangtua yang lebih akrab dipanggilkan mak Itam ini.

Senada, ustadz muda dari Surian yang bernama Helendra Al Makmuri, menimpali, bahwa pada prinsipnya orang bersidang di paripurna tersebut merupakan pilihan rakyat dan mewakili rakyat yang ditunjuk dan mendapat amanah sebagai pemimpin.

“Kita yakin, pasti bapak-bapak kita yang bersidang di DPRD bertujuan baik, memperjuangankan dan membangun daerah. Namun kenapa dalam bersuara seperti orang bertengkar habis-habisan. Kayak tidak akan pernah berkumpul dan bersua lagi. Atau memang ada aura tak elok yang bersemayam di ruangan tersebut, sehingga memantik emosi yang sulit terkendali," kata AlMakmuri penuh telisik.

Seperti dikisahkannya, kalau di sekolah yang beraura jahat, banyuak anak sekolah kesurupan diganggu jin. Sehingga terpaksa didatangkan orang pintar atau ustadz untuk meruqyah tempat tersebut.

Betapa banyak dahulunya, ada di sekolah-sekolah seputaran Kabupaten Solok, anak-anak pada kesurupan, Dan atau semenjak tidak ada lagi kasus kesurupan tersebut, kini bermetamorfosis ke ruangan sidang paripurna DPRD Kabupaten Solok?

(y)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update