Sidang Paripurna Kabupaten Solok Kembali Viral, Ini Penyebabnya
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Sidang Paripurna Kabupaten Solok Kembali Viral, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 September 2021 | 23:00 WIB Last Updated 2021-09-25T16:48:58Z


Bupati Solok jumpa pers usai walk out dari paripurna DPRD.
Bupati Solok jumpa pers usai walk out dari paripurna DPRD.

Arosuka, MJNews.ID - Kabupaten Solok kembali viral. Lagi-lagi dalam suasana sidang paripurna pada Jumat (24/9/2021) dengan agenda pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Solok 2021. Tanda-tanda awal sudah menampakkan, bahwa pada Jumat pagi pukul 09.00 WIB yang sedianya rapat dimulai, tahunya ditunda selepas Jumat.

Selepas Jumat sekira pukul 14.00 WIB sidang dimulai, lengkap dihadiri unsur pimpinan DPRD Kabupaten Solok, terdiri unsur Ketua Dodi Hendra, Ivoni Munir dan Lucky Effendi. Sementara Bupati Epyardi Asda tanpa kehadiran Wabup Jon Firman Pandu didampingi Sekda Edisar, Sekwan Zaitul Ikhlas pada panggung kehormatan beserta jejeran para anggota DPRD di barisan kursi terhormat dan sejumlah kepala OPD di tribun serta para wartawan dan hadirin lainnya.

Paripurna yang masih dalam suasana bagaikan ‘api dalam sekam’ diwarnai interupsi anggota Dewan yang mempertanyakan status Ketua DPRD Dodi Hendra. Hujan interupsi dihadapan eksekutif, ada bupati, ada Sekda dan para kepala OPD yang masih membahas intern DPRD, membuat bupati terusik untuk interupsi pula.

“Kenapa membahas masalah internalnya di depan saya? Kalau mau ribut di ruang itu jangan di depan saya. Saya hanya diundang ke sana,” kata Epyardi menjawab wartawan.

Di viralnya video, salah seorang anggota dewan mempertanyakan kapasitas bupati yang belum diizinkan bicara, karena interupsi, memantik kemarahan Epyardi. Dari semula hanya duduk langsung berdiri, kemudian turun panggung menuju keluar.

Aksi saling tunjuk dengan nada keras terjadi antara Bupati Epyardi Asda, M.MAR dengan Ketua Fraksi PPP DR. Dendi, S.Ag, MA. Bupati Epyardi didampingi Sekda Edisar nampak tertahan pada barisan tempat Dendi duduk yang memakai baju biru, sembari menyampaikan ke para anggota dewan, bahwa ini yang selalu ngotot berbicara memegang mikrofon.

Bupati Konferensi Pers 
Selepas itu, Bupati Solok Epyardi langsung menggelar jumpa pers di ruang kerjanya dengan didampingi Sekda Edisar, Asisten Ekbang Medison dan pejabat lainnya.

“Ini jumpa pers saya pertama, selama ini saya menjaga, tanggung tahu… biar pada tahu semua masyarakat," ujar bupati bersuara lantang.

Memang, secara resmi digelarnya jumpa pers, mengajak seluruh wartawan yang meliput di Kabupaten Solok menghadiri ajakan bupati, akan tetapi tidak semua yang mau datang. Berbeda ketika ‘heboh’ pertama di paripurna dengan Ketua DPRD Dodi Hendra, langsung menggelar jumpa pers. Termasuk sering juga Dodi Hendra menggelar pertemuan dengan media.

Berbeda dengan bupati, hanya dengan sebahagian rekan pers yang seolah terbatas. Namun, ribut kali ini, sengaja menghadirkan seluruh wartawan tanpa ada sekat, kecuali mereka sendiri yang tidak mau ikut.

“Kita memujikan bupati menggelar jumpa pers secara paripurna ini tanpa jumpa pers hanya sebahagian orang saja. Biar jelas, bahwa pak bupati tidak membedakan," kata B. Sikumbang dari media Essa TV ini.

"Saya meninggalkan ruang sidang untuk menjaga kondusivitas di dalam sidang paripurna. Dalam sidang itu saya diundang," ucapnya.

Menurut Epyardi bahwa di dalam jadwal, dirinya diundang pada pukul 09.00 WIB untuk mengikuti sidang paripurna pengesahan anggaran perubahan APBD tahun 2021.

"Saya sudah datang pagi itu, tapi malahan baru dimulai usai shalat Jumat pukul 14.00 WIB. Itu pun masih membahas internal mereka di hadapan eksekutif," akunya.

Dengan seolah mempertontonkan kepada eksekutif, para dewan berdebat, yang juga tidak membahas substansial, menjadikan Epyardi yang tiga periode menjadi anggota DPR RI menceritakan pengalamannya.

“Dalam Tatib itu harus diperhatikan, jangan hanya seorang saja yang selalu mikroponnya berwarna merah. Kasih yang lain pun, juga punya hak suara. Ini tidak, ia seorang saja yang menguasai, bergiliran dong," kata Epyardi menyarankan.

Diungkapkan, kalau masalah internal DPRD ia tak berwenang. “Makanya saya minta izin dulu, saya tanya apakah ini membahas pengesahan anggaran perubahan 2021, atau masalah internal DPRD? jika paripurna itu membahas masalah internal, maka dirinya meminta DPRD menyelesaikannya terlebih dulu,” ujarnya berpendapat saat interupsi.

Epyardi mengatakan akan kembali ke ruang sidang apabila masalah itu sudah selesai.

(y/zal)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update