Soal Dana Desa, Kakon Ambarawa Timur Akui Ada MoU dengan Kejari Pringsewu
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Soal Dana Desa, Kakon Ambarawa Timur Akui Ada MoU dengan Kejari Pringsewu

Kamis, 23 September 2021 | 00:00 WIB Last Updated 2021-09-22T18:06:55Z


Rokhmad
Kepala Pekon (Kakon) Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Lampung, Rokhmad.

Pringsewu, MJNews.ID - Kepala Pekon (Kakon) Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, Rokhmad mengatakan, bersedia mendatangi kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu jika ada panggilan terkait laporan dugaan penyimpangan Dana Desa yang dituduhkan pada dirinya.

Sebelumnya Kepala Pekon Ambara Timur dilaporkan warganya karena dituduh telah melakukan dugaan penyimpangan Dana Desa 2018-2020 sehingga ada potensi merugikan keuangan negara.

Menurut Rohkhmad, alasan dirinya mau datang karena selama ini pihak pekon dan kejaksaan sudah ada Memorandum of Understanding (MoU).

"Saya siap datang kalau ada pemanggilan, karena selama ini kita ada MoU bersama kejaksaan terkait pendampingan hukum," kata Rokhmad, Rabu 22 September 2021.

Selain itu, Ia juga mengaku sudah melakukan koordinasi kepada salah satu pihak jaksa Kejari Pringsewu terkait masalah Dana Desa Pekon Ambarawa Timur yang dilaporkan warganya.

Kata Rokhmad, Jaksa itu menyebut, bahwa laporan Dugaan Penyimpangan Dana Desa oleh warganya tidak memiliki alasan mendasar.

"Laporan itu tidak mendasar pak, jadi tak usah terlalu ditanggapi," kata Rokhmad lagi, menirukan ucapan salah satu oknum jaksa Kejari Pringsewu.

Setelah itu, Ia menuturkan, oleh oknum jaksa itu juga menyarankan agak pihak pekon mengundang pihak Kejari turun ke pekon untuk menjelaskan atau memberi solusi kepada masyarakat agar tak terprovokasi tuduhan-tuduhan kaitan dengan Dana Desa.

Kemudian, Kakon Ambarawa Timur itu juga membantah, telah melakukan penyimpangan Dana Desa yang dituduhkan warga Pekon setempat kepada dirinya.

Rokhmad menegaskan bahwa semua anggaran Dana Desa yang dilaporkan ke Kejari itu sudah direalisasikan semua, tidak ada yang fiktif atau di-mark-up.

"Yang jelas, semua tuduhan tidak benar dan masalah ini juga ada hubungannya dengan lawan politik saya waktu pencalonan kakon. Karena dia sudah tiga kali nyalon selalu kalah," tandasnya.

(tim)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update