BI: Sumatera Barat Kembali Alami Deflasi
×

Adsense

Adsense

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 20 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
88.796 1.929 84.780 2.087
sumber: corona.sumbarprov.go.id

BI: Sumatera Barat Kembali Alami Deflasi

Sabtu, 04 September 2021 | 11:00 WIB Last Updated 2021-09-04T12:29:19Z

Wahyu Purnama A
Wahyu Purnama A.

PADANG, MJNews.ID - Sumatera Barat tercatat kembali mengalami deflasi pada Agustus 2021. Deflasi adalah keadaan yang menunjukkan daya beli uang meningkat dalam masa tertentu karena jumlah uang yang beredar relatif lebih kecil daripada jumlah barang dan jasa yang tersedia (deflation).

Secara sederhana, terjadi penurunan harga-harga barang dan jasa secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Ini sekilas tampak menguntungkan bagi orang karena harga-harga barang dan jasa jadi lebih terjangkau bagi konsumen.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum di Sumbar pada Agustus 2021 tercatat mengalami deflasi sebesar -0,13% (mtm), atau lebih rendah dibandingkan realisasi Juli 2021 yang deflasi sebesar -0,09% (mtm).

Secara spasial, Padang mengalami deflasi sebesar -0,10% (mtm), atau lebih rendah dibandingkan Juli 2021 yang deflasi sebesar -0,09% (mtm). Kota Bukittinggi mengalami deflasi sebesar -0,27% (mtm), juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar -0,03% (mtm).

“Kota Padang dan Kota Bukittinggi masing-masing berada pada peringkat ke-14 dan ke-7, deflasi terdalam dari total 19 kota yang mengalami deflasi di Kawasan Sumatera,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Wahyu Purnama A, Jumat 3 September 2021.

Ia mengatakan, secara nasional Kota Padang dan Bukittinggi menjadi peringkat ke-41 dan ke-18 dari total 56 kota yang mengalami deflasi di Indonesia. Secara tahunan inflasi tercatat sebesar 1,59% (yoy), menurun apabila dibandingkan dengan realisasi Juli 2021 yang sebesar 1,79% (yoy).

“Sementara secara tahun berjalan Januari s.d Agustus 2021 Sumbar mengalami deflasi sebesar -0.15% (ytd), menurun dibandingkan realisasi Juli 2021 yang deflasi sebesar -0.02% % (ytd),” ujarnya.

Realisasi inflasi tahun berjalan tercatat lebih rendah dibandingkan Agustus 2020 yang inflasi sebesar 0,36% (ytd).

Deflasi Sumbar pada Agustus 2021 terutama disebabkan oleh deflasi pada kelompok transportasi dengan nilai deflasi sebesar -0,76% (mtm) dan andil -0,11% (mtm).

Deflasi pada kelompok transportasi disumbang oleh penurunan tarif angkutan udara dengan nilai andil deflasi sebesar -0,10% (mtm). Angkutan udara kembali mengalami penurunan tarif yang terjadi sejak bulan Juni 2021 yang disebabkan oleh rendahnya aktivitas penerbangan dan mobilitas penumpang.

Adanya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa – Bali dan PPKM lokal di beberapa wilayah di Indonesia yang berada pada zona merah, termasuk di Sumbar menyebabkan penurunan tarif angkutan udara lebih lanjut oleh maskapai penerbangan.

Kelompok lain yang mengalami deflasi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok pendidikan dengan nilai deflasi sebesar -0,10% (mtm) dan -0,49% (mtm) dengan andil kedua kelompok sebesar -0,03% (mtm).

Deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau ini disebabkan oleh penurunan harga komoditas cabai merah, daging ayam ras, dan jengkol dengan andil deflasi masing-masing sebesar -0,10%; -0,09%; -0,04% (mtm).

Deflasi pada kelompok pendidikan didorong oleh penurunan tarif Sekolah Dasar (andil -0,03% mtm) seiring dengan kebijakan dari sekolah, khususnya sekolah dasar swasta untuk menurunkan tarif pendidikan di awal tahun ajaran baru akibat pandemi Covid-19.

Sementara kelompok lain tercatat mengalami inflasi yang rendah dan stabil dengan rata-rata andil inflasi kelompok pada Agustus 2021 sebesar 0,00% (mtm) hingga 0,01% (mtm).

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumbar secara aktif melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi di daerah, terutama dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

Beberapa kegiatan pengendalian inflasi yang telah dilakukan oleh antaranya melakukan monitoring pasokan dan harga secara rutin di masa PPKM, meningkatkan peran BULOG dalam menyerap hasil panen padi/beras dari petani di tengah panen raya di Sumbar.

(rls/eds)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update