Viral, DPMPTSP dan Satpol PP Muba Geruduk Usaha Ternak Ayam di Desa Sidorejo
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Viral, DPMPTSP dan Satpol PP Muba Geruduk Usaha Ternak Ayam di Desa Sidorejo

Rabu, 08 September 2021 | 23:00 WIB Last Updated 2021-09-08T18:35:30Z


DPMPTSP dan Satpol PP Musi Banyuasin saat geruduk usaha ternak ayam
DPMPTSP dan Satpol PP Musi Banyuasin saat geruduk usaha ternak ayam di Desa Sidorejo, Kecamatan Keluang.

MUBA, MJNews.ID - Sempat viral di beberapa media online pada Senin 6 September 2021, terkait keluhan beberapa masyarakat Kecamatan Keluang masalah diduga serangan lalat dari usaha ternak ayam di Desa Sidorejo (A6) Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan mendapat respon cepat dan pemerintah daerah setempat turun langsung ke lokasi, Rabu 8 September 2021.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) turun langsung ke lokasi terkait keluhan tersebut melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang dikomandoi Kepala Dinas Erdian Syahri, S.Sos, M.Si melalui Kabid Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan Musa Firdaus, SE, MSi yang memerintahkan Kasi Novi dan beberapa Staf didampingi Satpol PP yang dikomandoi oleh Kepala Satpol PP Hariyadi, SE, MSi melalui Kasi Penyidik Taufik, SIP beserta personil, Sekdes Sidorejo Yatno dan Pemerintah Kecamatan Keluang yang diwakili Kasi Trantib Basuki. 

Dalam pantauan awak media di lapangan, benar ada beberapa usaha ternak ayam di Desa Sidorejo (A6) Kecamatan Keluang dan diduga tidak jauh dari permukiman masyarakat, jalan lintas penghubung desa dan banyaknya serangan lalat di lokasi. Seharusnya jarak kandang ayam tidak berdekatan dengan permukiman penduduk, minimal 500 meter dari jalan dan permukiman warga, seperti yang sudah tertuang dalam Permentan No.40/Permentan/OT 140/07/2011 Tahun 2011.

Sementara Novi didampingi Staf H. Rifaat dan staf lainnya saat diwawancarai mengatakan bahwa kami turun langsung ini guna meninjau langsung terkait adanya keluhan masyarakat terkait masalah banyaknya serangan lalat diduga dari usaha ternak ayam di Desa Sidorejo ini.

"Di samping itu, kami dari DPMPTSP untuk melihat berkas izin oknum-oknum pengusaha ternak ayam ini sudah sampai di mana. Dengan ini kami mendatangi lokasi-lokasi usaha ini guna menemui langsung pengelola ternak setempat dan kami sudah menanyakan kepada pekerja di lapangan bahwa mereka tidak tahu untuk masalah pemberkasan izin itu kewenangan pengurus setempat," katanya.

"Namun sangat disayangkan, pengelola usaha ternak ayam setempat berinisial SO yang dikelola oleh PT. MBM tidak berada di tempat. Kami dari DPM-PTSP dalam Watu dekat ini akan memanggil seluruh pengelola ternak ayam yang ada di Desa Sidorejo ini untuk datang ke kantor guna mengadakan Rapat dan meminta mereka menunjukkan izin," jelas Novi.

Sementara saat diwawancarai, para pekerja mengurus usaha ternak ayam di lapangan milik PT. MBM tersebut mengatakan bahwa kandang ayam tersebut pengelolanya berinisial SO, tinggal di Desa Sidorejo.

"Usaha ternak ayam ini sudah beroperasi sekitar kurang lebih 2 tahun setengah," kata pekerja tersebut.

Saat ditanya apakah serangan lalat ini datangnya dari kandang ayam ini, Dia mengatakan, tidak juga Pak. Ketika lagi panen saja lalatnya banyak, kalau ayamnya tidak panen, sedikit lalatnya.

Masih di tempat yang sama, Yatno Sekretaris Desa Sidorejo saat dikonfirmasi awak media terkait beberapa banyak usaha ternak ayam di desanya, Dia mengatakan untuk jumlah usaha ternak ayam ini saya tidak mengetahui beberapa banyak, Kasi Kessos yang tahu, dia yang memegang data.

"Serangan lalat ke rumah-rumah standar saja, tidak terlalu banyak," jelas Sekdes.

Sementara Taufik saat dimintai tanggapannya di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, Kami diperintahkan atasan untuk turun bersama personil, guna meninjau langsung terkait dengan keluhan masyarakat. Kami bersama DPMPTSP dan dinas terkait secepatnya memanggil seluruh pengelola usaha ternak ayam yang ada di desa Sidorejo ini dengan cara mengirimkan surat untuk memberikan sosialisasi, arahan dan teguran sesuai dengan aturan usaha yang berlaku.

"Apalagi ini sangat dekat dengan jalan dan permukiman masyarakat apabila mereka tidak mengindahkan peraturan yang ada, akan kami tindak lanjuti sesuai dengan aturan yang ada," jelas Taufik.

Sementara beberapa masyarakat setempat merasa sangat berterima kasih kepada Pemkab Musi Banyuasin melalui dinas dan instansi terkait cepat tanggap dan langsung turun ke lokasi terkait dengan keluhan kami.

"Kami beberapa masyarakat berharap kepada Pemkab Musi Banyuasin melalui dinas dan instansi terkait untuk benar-benar mengedepankan aturan yang berlaku memberikan teguran jikalau oknum-oknum pengusaha ternak ayam ini tidak mengindahkan aturan dan juga kami meminta untuk menghimbau jikalau tidak ada mengantongi izin untuk membuat izin,dan ini juga demi mengedepankan kesehatan orang banyak," cetusnya.

(tim)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update