200 Hektare Padi dan Jagung di Aur Begalung Pessel Hancur Karena Banjir
×

Adsense

Adsense Mobile

200 Hektare Padi dan Jagung di Aur Begalung Pessel Hancur Karena Banjir

Senin, 04 Oktober 2021 | 20:18 WIB Last Updated 2021-10-07T19:56:26Z



Bayang, MJNews.ID - Sedikitnya seluas 200 hektare lahan padi dan jagung di Kenagarian Aur Begalung, Pesisir Selatan tidak bisa panen lagi ulah dihantam banjir bandang Batang Bayang pada Rabu 29 September 2021.

Ungkapan ini dikatakan Wali Nagari Aur Begalung, Musrial, ST dan Bamus Drs. Sudirman saat tim survey dari Dinas Pemberdayaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Barat meninjau langsung ke lokasi pasca banjir Kenagarian Aur Begalung, Senin 4 Oktober 2021.

Menurut Wali Nagari Musrial, saat didampingi Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Drs. Sudirman, Wali Jorong Lubuk Aur, Irawadi Uska serta Wali Jorong Lubuk Begalung, Darwas, ketika kunjungan langsung tim survery dari Dinas (PSDA) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dengan 2 orang tim survey dan tim teknis (Rifky dan Syamsurijal) dari PSDA Sumbar. 

Terkait pasca banjir, Musrial berharap pada pemerintah di atasnya agar dapat mensupport dan peduli keluhan masyarakat di nagari wilayah kerjanya, karena telah porakporanda tanaman padi dan jagung. 

Musrial berharap adanya bantuan pangan dari pemerintah karena untuk musim ini seluas 200 hektare padi sawah dan jagung dimungkinkan tidak bisa panen lagi. 

Pada sisi lain, Musrial menyebutkan, perlunya pembendungan beton untuk membentengi ratusan rumah penduduk di duga pada banjir berikutnya Batang Bayang bisa beralih ke bekas aliran sungai yang lama. 

"Jika air Batang Bayang pindah lagi ke bekas rembesan air sungai terdahulu, maka ratusan rumah penduduk bakal hancur diberondong banjir yang akan datang," ujarnya menjelaskan. 

Musrial berharap pada pemerintah dan dinas instansi terkait supaya sesegara mungkin bisa mengatasinya untuk membikin parit beton guna tidak masuk lagi air sungai saat banjir mendatang. 

Terkait ini, Ketua Bamus Nagari Aur Begalung, Drs. Sudirman, berharap pada pemerintah untuk peduli atas keluhan masyarakat petani padi dan jagung di 2 Jorong Lubuk Aur dan Jorong Lubuk Begalung. Karena dari seluas 300 hektare sawah yang sedang hampir menguning atau hampir panen satu bulan lagi panen padi dan jagung, sekira seluas 200 hektare tanaman padi dan jagung telah hancur ulah banjir. 

"Kami masyarakat Nagari Aur Begalung menghimbau pada pemerintah dinas dan instansi terkaitnya supaya dapat memberikan bantuan dan peduli nasib kami yang sedang dilanda musibah banjir," pintanya.

(Obral Chaniago)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update