Benevid Akan Olah Sampah di Kota Padang Jadi Bata Ringan
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Benevid Akan Olah Sampah di Kota Padang Jadi Bata Ringan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 00:07 WIB Last Updated 2021-10-11T17:08:47Z


Benevid Akan Olah Sampah di Kota Padang Jadi Bata Ringan
Salah seorang utusan perusahaan pengolahan sampah Benevid menjumpai Wako Padang didampingi Kadis LH Mairizon, Jumat 8 Oktober 2021.

Padang, Mjnews.id - Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Kota Padang, Mairizon membenarkan adanya salah satu orang utusan dari perusahaan Benevid menjumpai Walikota Padang, Hendri Septa dalam hal menawarkan kerjasama untuk pengolahan sampah di Kota Padang pada Jumat 8 Oktober 2021.

Hal ini diungkapkan Kadis LH Kota Padang Mairizon saat dihubungi awak media ini, Senin 11 Oktober 2021 malam.

Menurut Mairizon, bahwa pengajuan surat profil perusahaan yang akan berencana melakukan pengolahan sampah menjadi pasir sebagai bahan baku bata ringan bangunan, suratnya dari perusahaan tersebut dalam waktu dekat ini menunggu balasan dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang, katanya. 

"Permohonan dan rencana kerjasama dari perusahaan yang dinilai masuk dalam kategori bisa diyakini sudah dilanjutkan pada Walikota Padang," ungkapnya. 

Semoga pihak perusahaan dapat menunggu waktu balasan surat dari Walikota Padang.

"Kami di Pemko Padang akan menjadwalkan kapan waktunya yang paling tepat untuk membalas surat atas permohonan dari perusahaan terkait," imbuhnya. 

Mairizon menyebutkan, sebelum ini sudah ada juga beberapa perusahaan lain berencana untuk mengolah sampah ini. Namun, sampai sekarang belum ditanggapi, seraya menyebutkan, ada sebanyak 450 ton perhari sumber sampah di Kota Padang yang ditumpuk di Air Dingin pada lahan seluas 16 hektare milik Pemko Padang. 

"Karena beberapa perusahaan terdahulu itu dia memerlukan modal pula dari Pemko Padang," ketusnya. 

"Jika membutuhkan modal pula dari Pemko Padang sebanyak Rp 120 miliar kita Pemko Padang tidak menyediakan anggaran untuk itu sehingga beberapa perusahaan terdahulu itu kita pending saja buat sementara," jelasnya. 

"Namun, salah satu orang utusan dari perusahaan yang menjumpai Wako Padang Hendri Septa pada Jumat 8 Oktober, suratnya telah saya delegasikan pada Wako Padang dan sudah saya sampaikan, sudah di tangan Sepri Wako Padang setelah itu," timpalnya menjawab konfirmasi.

Lanjutnya, sekarang surat itu tinggal menunggu di ACC-kan oleh Wako Padang kapan waktunya yang lebih pas untuk ditindaklanjuti, katanya dari balik ponselnya. 

Seperti apa profil perusahaan ini?

Terkait salah seorang utusan dari perusahaan yang enggan namanya dan nama perusahaan untuk disebutkan menuturkan saat dihubungi oleh awak media ini, dia (kepercayaan dari perusahaan ini) mengatakan, juga membenarkan bahwa telah menjumpai Wako Padang Hendri Septa Jumat kemarin di salah satu masjid di Kota Padang. 

Saat dikonfirmasi tentang profil perusahaan pengolahan sampah di Kota Padang, dikatakannya bahwa pihak perusahaan dari kami mampu membangun infrastruktur senilai Rp 120 miliar yang membutuhkan lahan seluas 1 hektare. Kapasitas produksi kami membutuhkan bahan baku sampah setara 500 ton per hari yang ditambahkan dengan bahan baku lain sebagai bahan baku pendampinginya.

"Perusahaan kami yang telah berproduksi di Pulau Jawa serta user dari produksi kami telah dibutuhkan oleh beberapa perusahaan pengembang perumahan dalam hal produk kami bata ringan telah lulus Standar Nasional Indonesia (SNI). Tentang rentang penjelasannya nanti karena membutuhkan presentasi dari pihak perusahaan kami dengan pihak Pemko Padang," katanya, lagi. 

"Perusahaan kami hanya membutuhkan lokasi seluas 1 hektare dengan serapan 100 tenaga kerja, dan setelah 30 tahun pihak perusahaan kami menyerahkan seluruh aset perusahaan atau pabrik pengolahan sampah di Air Dingin nantinya kepada Pemko Padang," ujarnya menegaskan. 

Terkait ini pula, bahan baku lain untuk menjadikan cecaran sampah dibantu dengan tanah liat, lumpur sungai/atau pasir drainase. 

"Seperti di Kota Padang adanya terjadi pendangkalan di Muara Sungai Batang Arau, maka lumpur dari hasil pengerukan dari Muara Sungai Batang Arau akan menjadi bahan baku produksi bata ringan yang dipadatkan menjadi hasil produksi bata ringan," timpalnya.

"Nah, kerja sama dengan perusahaan daerah (Perusda) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemko Padang akan dapat menjadi mitra bisnis dari perusahaan kami ini dan saling menguntungkan," pungkasnya.

(Obral Chaniago)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update