Berdayakan Usaha Masyarakat, Bupati Limapuluh Kota Instruksikan ASN Gunakan Pakaian Daerah
×

Adsense

Adsense Mobile

Berdayakan Usaha Masyarakat, Bupati Limapuluh Kota Instruksikan ASN Gunakan Pakaian Daerah

Kamis, 07 Oktober 2021 | 01:00 WIB Last Updated 2021-10-06T18:00:00Z


membatik Tulis Gambir
Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin bersama Ketua DPRD Deni Asra membatik Tulis Gambir.

Limapuluh Kota, MJNews.ID - Pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini yang melumpuhkan sendi-sendi ekonomi masyarakat. Di tengah himpitan ekonomi itu pula, pemerintah daerah terus berusaha mencari cara agar ekonomi tidak lumpuh. Diantaranya memberdayakan berbagai usaha masyarakat.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, kepada wartawan, Rabu 6 Oktober 2021, mengatakan, dampak pandemi Covid-19 ini memang dirasakan betul oleh masyarakat. Apalagi masyarakat tidak bisa berbuat banyak, sementara kebutuhan tetap atau malah berlebih. Untuk itu, pihaknya mengambil berbagai kebijakan agar ekonomi masyarakat itu benar-benar tidak lumpuh total.

Menurutnya, dirinya membuat kebijakan agar semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Limapuluh Kota bakal memakai pakaian khas daerah setiap hari Jumat. Bahkan dirinya bakal mengeluarkan instruksi terkait hal tersebut. Sehingga bagi kaum ibu akan menggunakan baju kurung Basiba mulai November 2021 mendatang.

“Kita akan instruksikan seluruh ASN menggunakan pakaian daerah, buatan UMKM lokal dan tenunan atau songket buatan anak nagari. Setiap hari Jumat pakai pakaian daerah, khusus ibu-ibu pakai baju kurung Basiba dan akan berlaku mulai November mendatang. Ini kita lakukan untuk menggeliatkan lagi ekonomi masyarakat yang telah terpuruk karena pandemi ini,” ujarnya, usai membuka kegiatan Gebyar Disperinaker, di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kabupaten Limapuluh Kota.

Selain itu, bupati juga menyebutkan, dengan dikeluarkannya instruksi berpakaian daerah bagi ASN setiap Jumat, adalah salah satu bentuk dukungan dan komitmen Pemda dalam mengangkat produk kerajinan hasil karya anak nagari. Termasuk mengembangkan geliat ekonomi dari sektor UMKM pada masa pendemi Covid-19ini.

“Dengan adanya kebijakan ini, kita berharap ekonomi masyarakat kembali menggeliat dan terangkat. Sehingga pertumbuhan ekonomi daerah juga ikut naik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, yang dihubungi terpisah, sangat mengapresiasi keinginan dari bupati itu, yang sudah menugaskan Disnakerin, untuk mendukung UMKM di Limapuluh Kota.

Selain itu, dia juga meminta penanganan Covid-19 harus terus jalan dan UMKM serta ekonomi harus juga tumbuh. Pihak DPRD akan mendukung kebijakan, setidaknya pegawai Limapuluh Kota pakai produk UMKM Limapuluh Kota, seperti batik dan songket Halaban.

“Dua tahun kita terdampak pendemi, dimana-mana dapat laporan biaya hidup yang semakin susah dan kesehatan yang berkurang karena pendapatan berkurang. Maka pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat. Kami meminta kepada daerah untuk melahirkan kebijakan, setiap Kamis pegawai menggunakan pakaian buatan Limapuluh Kota. Kami DPRD sudah memulai, dimana setiap pertemuan snack dan buah merupakan hasil produksi masyarakat Limapuluh Kota. Ini sebagai bentuk dukungan kepada ekonomi masyarakat, agar bisa segera pulih di tengah pandemi,” ucapnya.

(yud)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update