Buang Bayi di Selokan, Sepasang Kekasih di Semarang Diringkus Polisi
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Buang Bayi di Selokan, Sepasang Kekasih di Semarang Diringkus Polisi

Senin, 04 Oktober 2021 | 19:23 WIB Last Updated 2021-10-04T12:23:42Z


SEMARANG, MJNews.ID – Tim Resmob Polrestabes Kota Semarang melakukan gelar perkara tindak pidana pembuangan bayi, Senin 4 Oktober 2021, setelah sebelumnya meringkus pelaku pembuangan bayi tidak berdosa

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga tentang penemuan bayi pada Sabtu (2/10/2021) lalu di selokan mandi di Kradenan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang.

Pembuang bayi tak berdosa dari hubungan gelap (Hugel) tersebut, diketahui pasangan kekasih di Semarang, Andrianto (22), warga Kintelan Baru, Lempongsari, Kota Semarang dan Yustiani (23), warga Dukuh Munggang, Kabupaten Brebes.

Berkat kesigapan petugas, dua jam setelah mayat bayi ditemukan, pasangan kekasih itu berhasil ditangkap di kamar kos di daerah Kradenan, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan menjelaskan, keduanya melakukan hubungan intim sekitar Januari 2021. Sebelumnya, mereka telah berpacaran kurang lebih dua tahun. Pada Agustus 2021, Yustiani mengaku hamil. Tentu saja, hal itu membuat Andrianto panik.

“Keduanya sepakat menggugurkan kandungan, lalu tersangka Andrianto mencari obat penggugur kandungan di online,” ungkapnya. 

Setelah memperoleh obat penggugur kandungan, selama tiga hari Yustiani mengonsumsinya hingga merasakan sakit perut. Pada Sabtu pagi, keduanya berniat berobat ke dokter umum. Namun di tengah jalan, Yustiani sudah tidak kuat, lalu numpang ke kamar mandi warga. 

“Saat di toilet warga itu, Yustiani melahirkan. Karena takut diketahui pemilik rumah, bayi tersebut langsung dijerat lehernya dengan kain hingga meninggal. Lalu dibungkus kain dan  dibuang di belakang kamar mandi melalui lubang ventilasi,” jelasnya.

Ketika ditemukan warga, bayi sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Selanjutnya, mayat bayi tersebut dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk diotopsi.

“Barang bukti yang diamankan, di antaranya tiga botol obat penggugur kandungan, satu strip Paramex, satu buah botol Sprite, kain lap pel dan dua HP,” katanya. 

Kedua pelaku mengaku melakukan perbuatan keji tersebut lantaran bingung dan malu.

Akibat perbuatan tersebut, keduanya akan dijerat pasal 342 KUHPterkait tindak pidana seorang ibu yang dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

(Alex)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update