Chat Whatsapp dengan Rekanan Tersebar, Aktivis Luak 50 Berharap Penegak Hukum Menyikapi
×

Adsense

Adsense Mobile

Chat Whatsapp dengan Rekanan Tersebar, Aktivis Luak 50 Berharap Penegak Hukum Menyikapi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 00:00 WIB Last Updated 2021-10-20T17:14:43Z



Yossi Danti
Praktisi Hukum Luak 50, Yossi Danti, SH, MH.

Lima Puluh Kota, Mjnews.id - Dugaan viralnya chat WhatsApp Wakil Bupati Lima Puluh Kota Rizki Kurniawan, diduga meminta uang kepada kontraktor/rekanan, dichat tersebut wakil bupati diduga menawarkan paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum. Chat WhatsApp yang berasal dari tangkapan layar hp tersebut lengkap dengan bukti transfer ke rekening yang diduga milik orang dekat Wabup Lima Puluh Kota.

Hal itu membuat praktisi Hukum Luak 50, Yossi Danti, SH, MH, angkat bicara.

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, penerimaan gratifikasi harus dilaporkan pada KPK dalam kurun waktu 30 hari kerja sejak gratifikasi diterima. 

Yossi juga mengatakan, kalau terbukti ada jual beli proyek di Kabupaten Lima Puluh Kota, maka sangat jelas pidananya yang memberi dan yang menerima juga kena pidana.

"Saya sangat berharap agar aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan chat whatsapp Wabup Lima Puluh Kota itu yang menerima transferan uang dari rekanan itu," ujar aktivis Luak 50 itu, Rabu 20 Oktober 2021.

Lebih dari itu, praktek ini kalau benar dapat dikenakan pidana dengan ancaman penjara minimal 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Menurut ketentuan Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

"Baik pelaku pemberi maupun penerima gratifikasi diancam dengan hukuman pidana," sebut Yossi Danti.

"Namun bila tidak terjadi atau ada pihak lain yang merekayasa/hoax,juga bisa dijerat hukuman yang setimpal dan segera klarifikasi nama baik Wabup 50 Kota," tutup Yossi.

Terpisah, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri sapaan akrabnya RKN, dalam beberapa minggu lalu di salah satu grup WhatsApp menyampaikan, dirinya membantah bahwa ia menerima uang dari rekanan tersebut.

"Hari ini terbit beberapa berita di media online yang menulis bahwa kami menerima uang dengan iming-iming proyek di Dinas PU Kabupaten Limapuluh Kota. Maka secara gamblang kami jawab bahwa kami tidak ikut mengkondisikan semua tender di Pemkab Limapuluh Kota, dan termasuk semua PL yang ada. Tidak saja di dinas PU, tapi kami secara tegas mengatakan bahwa kami tidak ikut dalam berbagai kegiatan tender dan PL di dinas apapun," tulisnya. 

"Oleh karena isu ini beredar luas, maka kami mendorong agar semua tender dan PL ini diperiksa satu persatu untuk mengetahui apabila ada permainan di dalamnya. Saya pun akan berusaha sekuat tenaga untuk mengetahui semua permainan tender dan PL di pemkab serta membuka informasinya ke publik," tukas Wabup RKN.

(Yud)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update