Curah Hujan Tinggi, Tujuh Orang Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Padang Pariaman
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Curah Hujan Tinggi, Tujuh Orang Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Padang Pariaman

Jumat, 01 Oktober 2021 | 00:30 WIB Last Updated 2021-09-30T17:45:41Z


evakuasi jasad korban dari lokasi longsor di Tanah Taban
Sejumlah petugas mengevakuasi jasad korban dari lokasi longsor di Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Kamis 30 September 2021. (ist)

LUBUK ALUNG, MJNews.ID - Tujuh orang dari satu keluarga di daerah Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, tewas tertimbun longsor. Mayat mereka berhasil dievakuasi Kamis 30 September 2021.

“Ketujuh jasad korban sudah berhasil dievakuasi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Padang Pariaman, Rudi R. Rilis, Kamis 30 September 2021.

Rudi didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman, Budi Mulya menyebutkan, ketujuh orang yang jadi korban adalah pasangan suami-istri bersama anak-anak dan cucu. Mereka tinggal di gudang tembok (batu bata), tempat usahanya.

Gudang yang mereka tempati itulah yang dihondoh dan ditimbuni material longsor pada Rabu (29/9/2021) malam. Bencana yang datang tiba-tiba itu membuat mereka tidak sempat menyelamatkan diri.

Di samping gudang tembok, ada pula satu rumah yang terkena hantaman longsor. Salah satu dari empat orang penghuninya mengalami patah tulang pada bagian kaki.

Menurut Sekda Rudi, longsor yang terjadi di Tanah Taban, Pasie Laweh itu diduga dipicu oleh tingginya curah hujan pada Rabu (29/9/2021) sore. Tanah di lereng bukit dekat gudang tembok itu jadi labil dan kemudian meluncur, menghantam tempat tinggal mereka. Kejadian Rabu memilukan itu sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketujuh warga asli Nias, Sumatera Utara, yang dilaporkan tewas tersebut yakni Andi Karba Nduru (50), Yeri Hati Gobasa (46), Vianus (25), Esnimar (18), Aldi (11), Wita (8) dan Putri (6).

Proses pencarian dan evakuasi korban dari timbunan longsor, kemarin berjalan lancar. Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmang bersama Sekdakab Rudi R Rilis dan Kalaksa BPBD Budi Mulya terlihat ikut turun langsung ke lokasi pencarian. 

Banjir dan Pohon Tumbang
Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang sejak Rabu (29/9/2021) sore hingga Kamis (30/9/2021) pagi, juga telah mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa titik lainnya di Padang Pariaman. Pohon juga banyak yang tumbang, menimpa rumah warga dan fasilitas umum, seperti jalan.
 
Sejumlah peziarah, sepuluh kios pedagang dan 30 unit sepeda motor, Rabu (29/9/2021) malam, dilaporkan tertimpa pohon Asam Jawa yang telah berusia puluhan dan bahkan mungkin lebih dari 100 tahun di komplek Makam Syekh Burhanuddin. Satu orang di antara korban, dinyatakan meninggal.

Kalaksa BPBD Budi Mulya, menyebutkan, hujan dan angin kencang juga telah memicu terjadinya banjir di sejumlah lokasi, antara lain, banjir telah merendam ratusan rumah di beberapa korong di Nagari Sungai Buluah, Sungai Buluah Selatan dan Nagari Sungai Buluah Timur, Kecamatan Batang Anai dan di Korong Surantia, Nagari Lubuak Alaung, Kecamatan Lubuak Aluang.

Sejumlah rumah di Perumahan Kasai Permai dan Perumahan Abi Singgalang Batas Kota, Kasang, Kecamatan Batang Anai juga terendam banjir. Terus, banjir bandang juga melanda daerah Rimbo Kalam, Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayutanam dan Korong Tanah Tabang, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuak Alung.

Salah satu rumah yang tertimpa pohon ada di Korong Padang Olo, Nagari Kuranji Hilia, Kecamatan Sungai Limau. Selain rumah, pohon tumbang juga menimpa badan jalan lintas Padang - Bukittinggi. Persisnya di Batang Tapakih, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.

Sementara di Padang Pauah, Nagari Parikmalintang, Kecamatan Anam Lingkuang, juga longsor. Materialnya menimbun badan jalan kabupaten.

Karena masih data sementara, Budi Mulya belum bisa menaksir berapa kurugian yang timbul akibat sejumlah bencana tersebut.

(tim)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update