Ketika Milenial Bukittinggi Diberi Pencerahan soal Kebunghattaan
×

Adsense

Adsense Mobile

Ketika Milenial Bukittinggi Diberi Pencerahan soal Kebunghattaan

Jumat, 08 Oktober 2021 | 04:00 WIB Last Updated 2021-10-07T21:00:00Z



Seminar Bung Hatta di Mata Generasi Milenial Kota Bukittinggi
UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Rabu 6 Oktober 2021, mengadakan seminar kajian yang mengambil tema “Bung Hatta di Mata Generasi Milenial Kota Bukittinggi”, Rabu 6 Oktober 2021.

BUKITTINGGI, MJNews.ID - UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Rabu 6 Oktober 2021, mengadakan seminar kajian yang mengambil tema “Bung Hatta di Mata Generasi Milenial Kota Bukittinggi”.

Kegiatan ini juga diberlakukan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, di mana sebelum masuk ke dalam ruangan setiap peserta diwajibkan untuk memakai masker yang telah disiapkan panitia, mencuci tangan dengan hand sanitizer, pengukuran suhu badan bagi setiap peserta dan menjaga jarak. Semua rangkaian prosedur ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Seminar kajian ini dihadiri 37 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, ASN dan juga guru sejarah di Kota Bukittinggi. Seminar dibuka Kepala UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Drs. Nur Karim, M.Hum.

Dalam sambutannya, dia menyampaikan bahwa generasi milenial saat ini merupakan generasi yang memiliki pengetahuan yang cukup luas. Hal ini dikarenakan generasi milenial sejak dari kecil sudah mengenal dan menggunakan teknologi informasi (gawai).

Namun, katanya, perkembangan teknologi ini seperti dua sisi mata uang, dimana bisa bersifat positif ataupun dapat juga bersifat negatif. Salah satu hal negatif yang dapat ditimbulkan bagi generasi milenial adalah menghasilkan generasi yang apatis dan skeptis di lingkungannya, karena mereka disibukkan perhatiannya kepada gawai yang mereka pegang.

Hal iniah di antaranya yang mendasari dilaksanakan kegiatan Kajian UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yang mengambil tema ini.

Yang jelas, lanjut Nur Karim, dengan adanya kegiatan ini diharapkan generasi milenial dapat mengenal sosok Bung Hatta dan juga dapat menjadikannya sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Pembicara yang hadir dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan (Guru Besar Ilmu Sejarah di Universitas Andalas Padang). Pembicara lainnya adalah Dr. Dra. Silfia Hanani, M.Si (Peneliti Kebunghataan, pengajar di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran/Filsafat IAIN Bukittinggi). Sebagai penyaji kajian dalam seminar ini adalah Desli Yenita, S.Pd (Pustakawan UPT. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta).

Dalam paparannya, Desli Yenita, menyampaikan ada 5 hal yang bisa ditiru oleh generasi milenial tentang Bung Hatta. Akan halnya contoh dari kesederhanaan, Bung Hatta antara lain keinginan Bung Hatta untuk mempunyai sepatu bally namun sampai akhir hayat beliau tidak dapat terwujud karena keterbatasan ekonomi.

Sikap Bung Hatta yang bisa dicontoh generasi milenial adalah ketelitiannya, rasa cinta kepada Tanah Air yang konsisten.

Bung Hatta merupakan seorang bapak literasi (gemar membaca buku), dan sikap Bung Hatta yang sangat dikenal adalah kejujurannya. Kelima sikap Bung Hatta ini baru sebagian dari sikap-sikap Bung Hatta. 

Gusti Asnan menyampaikan bahwa tema kajian ini sangat menarik, karena di beberapa negara juga telah melakukan penelitian yang serupa seperti di Vietnam dengan tokoh Ho Chi Minh di mata generasi muda Vietnam. Kemudian di India bagaimana Mahatma Gandhi di mata generasi muda India. Penelitian-penelitian ini merupakan salah satu bentuk kerinduan dan keingintahuan generasi muda kepada para founding father.

Narasumber berikutnya Silfia Hanani, mengatakan, sesungguhnya generasi milenial adalah generasi yang cepat lupa. Hal ini disebabkan generasi milenial dihadapkan pada tawaran-tawaran yang selalu baru, termasuk dalam hal tawaran bacaan.

Salah satu akibatnya adalah generasi milenial menjadi generasi yang hilang dari keidentitasannya, termasuk dalam memahami identitas bangsa.

“Untuk itu, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan selalu memperkenalkan identitas bangsa Indonesia, termasuk tokoh founding father kita Bung Hatta,” katanya.

(***)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update