Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Hadiri Launching Pos Gizi Tanjung Alai Sehat
×

Adsense

Adsense Mobile

Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Hadiri Launching Pos Gizi Tanjung Alai Sehat

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:00 WIB Last Updated 2021-10-27T07:52:00Z

loading...
Launching Pos Gizi Tanjung Alai Sehat
Launching Pos Gizi Tanjung Alai Sehat.

Arosuka, Mjnews.id - Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Emiko Epyardi beserta jajaran menghadiri acara launching pos gizi di Tanjung Alai Sehat, Selasa 26 Oktober 2021.

Turut menghadiri Kepala Dinas Kesehatan dr. Maryeti Marwazi, Camat X Koto Singkarak Sujanto Amrita, Kepala Puskesmas Singkarak Yuli Harti, A.Md, Kep, Ketua TP-PKK Kecamatan Ny. Linda Sujanto, Forkompimcam Kecamatan X Koto Singkarak, Ketua TP-PKK Nagari Tanjung Alai.

Yuli Harti dalam laporannya menyebutkan awal terbentuknya pos gizi berawal dari sosialisasi pos gizi yang diberikan oleh Dinas Kesehatan terhadap petugas gizi puskesmas pada pertengahan tahun 2019 lalu.

“Di awal tahun 2021 Nagari Tanjung Alai mulai membentuk pos gizi bagi balita kurang gizi sekalipun belum sesuai dengan juknis, dan Tanpa Pelatihan kader terlebih PT Karya Cipta Putra. Pelaksanaan pos gizi sekarang sudah terlebih dahulu melakukan pelatihan pada kader pos gizi yang semua dananya berasal dari nagari. Kami berharap kedepannya akan ada lagi pos gizi lainnya di nagari-nagari khususnya di Kecamatan X Koto Singkarak,” ujar Yuli Harti.

Ia berharap adanya dukungan penuh dari Kepala Dinas Kesehatan beserta Camat, termasuk Walinagari.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif berpartisipasi dalam kegiatan pos gizi.

Kepada Walinagari, Ia berharap dapat menganggarkan dana di tahun 2022 untuk kegiatan pos gizi tersebut. Sasaran dari pos gizi tersebut adalah balita dengan berat badan di bawah pita kuning pada KMS atau BGM didampingi orangtua atau pengasuh Adapun jumlah maksimal 13 orang balita.

Sementara itu, Irdam selaku Walinagari Tanjung Alai sangat bangga dengan kegiatan launching pos gizi dan akan mendukung program penuh pos gizi Tanjung Alai Sehat tersebut. Dengan adanya pos gizi ini diharapkan dapat meningkatkan gizi anak-anak terutama di Tanjung Alai.

Kepada orang tua dan masyarakat, Ia menghimbau agar dapat memahami bagaimana pola makan dengan gizi yang tepat untuk anak-anak.

“Pos gizi merupakan salah satu upaya kita dalam mengentaskan dan menurunkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Solok” ungkap Sujan untuk mengawali sambutannya.

Pos gizi Tanjung Alai ini merupakan pelopor pos gizi di Kecamatan X Koto Singkarak yang diharapkan dapat diikuti oleh nagari lainnya.

Ia berharap dengan adanya pos gizi dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak. Kegiatan ini mendukung tak terlepas dari peran dan kerjasama semua pihak.

Selain itu, dalam sambutannya dr Maryeti Marwazi mengatakan, penerapan pos gizi yang dilaksanakan selama 10 hari berperan terhadap penambahan berat badan balita, dan berdasarkan pemantauan sebagian besar balita telah berhasil diwisuda. Pos gizi ini sangat ditentukan oleh dukungan dan motivasi dari semua pihak.

“Tertumpang harapan kami kepada perangkat kecamatan dan nagari dan tak kalah penting adalah para ibu-ibu kader agar dapat saling memahami dalam memenuhi gizi anak. Selain itu Ia menghimbau agar para ibu beserta kader yang ada menggalakkan pemanfaatan pekarangan keluarga dengan pangan lokal untuk pemenuhan gizi bagi balita dan keluarga,” tulisnya.

Ny. Emiko Epyardi dalam Arahnya menyampaikan Kabupaten Solok merupakan salah satu kabupaten lokus stunting oleh pemerintah pusat.

“Pos gizi merupakan salah satu program intervensi pencegahan dan penurunan stunting pada balita yang perlu diberdayakan di dalam kelompok masyarakat seperti pada hari ini kita resmikan. Pada pos gizi, balita akan diberikan contoh makanan yang baik dan bergizi serta mengajarkan untuk pola hidup bersih dan sehat. Selain itu juga diberikan pembelajaran untuk cara pemberian makanan yang baik bagi bayi dan anak,” ucap Ny. Emiko Epyardi.

Di akhir acara, Ny. Emiko Epyardi mengharapkan lintas sektor dan program untuk dapat berkolaborasi dalam pemberdayaan pos gizi.

“Peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk keberadaan pos gizi ini, sehingga balita yang mengalami masalah gizi dapat diberikan perbaikan gizi di Pos Gizi ini,” pungkas Ny. Emiko Epyardi.

(zal)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update