Konferensi MWCNU Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi: Buya Sidi Novi Zulfikar Jadi Rais Syuriah, Satrio Budiman Ketua Tanfidziyah
×

Adsense

Adsense Mobile

Konferensi MWCNU Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi: Buya Sidi Novi Zulfikar Jadi Rais Syuriah, Satrio Budiman Ketua Tanfidziyah

Minggu, 03 Oktober 2021 | 11:30 WIB Last Updated 2021-10-03T07:10:53Z



Konferensi MWCNU Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi
Konferensi MWCNU Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi.

Bukittinggi, MJNews.ID - Buya Sidi Novi Zulfikar terpilih menjadi Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi. Sedangkan Satrio Budiman juga terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB).

Keduanya terpilih secara aklamasi pada Konferensi MWCNU Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Sabtu 2 Oktober 2021, di Hotel Campago Bukittinggi.

Konferensi MWCNU Kecamatan ABTB dibuka Sekretaris Caretaker Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bukittinggi, Armaidi Tanjung. Konferensi dipimpinWakil Sekretaris Caretaker PCNU Bukittinggi, Agustian Piliang.

Armaid Tanjung dalam sambutannya menyebutkan, pelaksanaan Konferensi MWCNU yang ramai dihadiri warga nahdiyyin di Kecamatan ABTB ini mudah-mudahan menjadi tonggak sejarah bangkitnya kembali NU di Bukittinggi. Selain dihadiri para ulama, ustadz, buya, juga tokoh masyarakat dan anak-anak muda NU.

"Ini pertanda NU akan tumbuh berkembang di Bukittinggi,” kata Armaidi Tanjung penulis buku Berkhidmat Untuk NU di Ranah Minang (1994-2014) ini. 

Armaidi Tanjung menyebutkan, Caretaker PCNU Kota Bukittinggi berdasarkan SK PBNU Nom 731/A.II.04.d/09/2021 tentang penunjukan dan pengesahan caretaker PCNU Kota Bukittinggi tertanggal 2 Safar 1443 H/10 September 2021. Ketua KH S. Suleman Tanjung, S.Ag, M.Pd, Wakil Ketua H. Syamsurijal, S.Pd, Sekretaris Armaidi Tanjung, S.Sos, M.A, Wakil Sekretaris Agustian Piliang, S.Kom dan anggota Satrio Budiman.

“Tugas caretaker adalah melaksanakan konferensi PCNU Kota Bukittinggi. Namun sebelum pelaksanaan Konferensi PCNU Kota Bukittinggi, harus terlebih dahulu ditetapkan kepengurusan MWCNU di masing-masing kecamatan. Karena kepengurusan MWCNU kurang valid datanya, maka sangat diperlukan dilakukan konferensi MWCNU untuk menetapkan kepengurusannya,” kata Armaidi Tanjung.

Ketua Tanfidziyah MWCNU ABTB terpilih Satrio Budiman menyebutkan, fokus kegiatan MWCNU ABTB tentu bagaimana terus melakukan tradisi-tradisi keagamaan yang selama sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat itu sendiri.

“Sebelum ini, jamaah Nahdlatul Ulama Bukittinggi secara rutin setiap minggu melakukan pengajian melalui malam lailatul ijma’. Pengajian tersebut dilaksanakan setiap malam Jumat yang lokasi bergilir dari satu tempat jamaah, ke tempat jamaah yang lain,” kata Armaidi menambahkan. 

Untuk melengkapi kepengurusan MWCNU ABTB Kota Bukittinggi disepakati tim formatur yang terdiri dari Rais Syuriah terpilih Buya Sidi Novi Zulfikar sebagai ketua, sekretaris Ketua Tanfidziyah Satrio Budi, ditambah tiga orang sebagai anggota tim formatur yakni Slamet Pujiyono, Buya Zuardin dan Rusdianto.

(rel/aa)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update