Pasutri Lansia Ditemukan Tewas Setelah Terseret Arus Sungai Sawangan
×

Adsense

Adsense Mobile

Pasutri Lansia Ditemukan Tewas Setelah Terseret Arus Sungai Sawangan

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 20:00 WIB Last Updated 2021-10-30T13:54:54Z



Pasutri Lansia Ditemukan Tewas Setelah Terseret Arus Sungai Sawangan
Pasutri Lansia Ditemukan Tewas Setelah Terseret Arus Sungai Sawangan.

BANYUMAS, MJNews.id - Pasangan suami istri (Pasutri) Ditem (60) dan Kaseh (69), keduanya warga Desa Samudra Kulon RT 1 RW 4, Kecamatan Gumelar, Banyumas meninggal dunia ketika hendak menyeberangi Sungai Sawangan, Jum'at 29 Oktober 2021.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Banyumas, Adi Chandra menjelaskan, pihaknya memperoleh informasi adanya sepasang suami istri terseret arus Sungai Sawangan. Atas informasi tersebut mereka menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

“Sepasang pasutri tersebut pergi ke ladang sejak pagi hari. Mereka pergi ke ladang dengan menyeberangi Sungai Sawangan. Namun hingga sore hari sekitar pukul 18.30 WIB keduanya tidak kunjung kembali,” ujarnya.

Pada saat itu debit air Sungai Sawangan memang dalam keadaan tinggi. Keluarga yang merasa khawatir sempat berusaha mencari keduanya. Namun, tidak dapat diketemukan hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa dan diteruskan ke aparat serta relawan termasuk TAGANA Banyumas.

Sekira pukul 19.00 WIB Ditem ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di pinggir Sungai Sawangan yang debitnya sudah kecil,” ujarnya.

Dari penemuan tersebut, mereka kemudian mencari keberadaan sang suami Kaseh. Hingga akhirnya percarian yang melibatkan orang cukup banyak tersebut membuahkan hasil. Pada pukul 20.15 WIB, jenazah Kaseh ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah selanjutnya langsung dibawa ke rumah duka.

Pasangan tersebut memang diduga meninggal dunia setelah terseret arus sungai. Hal tersebut dikuatkan dari pemeriksaan oleh Tim Puskemas Gumelar dan Polsek Gumelar.

“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda penganiayaan, hanya ada luka pada dahi di jenazah Dikem yang dikarenakan terbentur bebatuan, mengingat Sungai Sawangan kondisinya bebatuan besar,” kata Dia.

Sehingga pihak aparat kepolisian menduga pada saat hendak pulang keduanya berusaha menyeberang sungai. Kaseh dan Ditem bergandengan tangan hingga keduanya terbawa arus sungai yang debit airnya sedang tinggi.

(KJ)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update