Pemko Bukittinggi Bikin Drainase Primer Bergandengan di Tengah Kota
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Pemko Bukittinggi Bikin Drainase Primer Bergandengan di Tengah Kota

Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:43 WIB Last Updated 2021-10-14T07:43:14Z


BUKITTINGGI, MJNews.id - Pemko Bukittinggi bikin drainase (Bandar) primer di tengah-tengah badan jalan dengan panjang 1,080 meter mulai dari depan SMP 1 sampai rumah potong hewan.

Proyek tersebut menghabiskan dana bersumber dari APBD sebesar Rp 12,9 miliar yang dikerjakan oleh CV Intan Bakti Utama, selesai 26 Desember 2021.

Pembuatan drainase primer sekarang ini dalam tahap pekerjaan, hal ini sempat menimbulkan perbincangan yang melahirkan teka-teki di tengah-tengah masyarakat, sebab pembangunan drainase primer ini berdekatan dengan drainase yang lama yang jaraknya sekitar kurang lebih 5 meter.

Kepada MJNews.id, salah seorang warga  masyarakat bernama Eri menuturkan, ia heran kenapa pemko membuat drainase primer yang baru yang berdekatan dengan yang lama, padahal drainase yang lama masih potensial untuk menampung air hanya tinggal dibersihkan dan  diperdalam.

"Ini kan bisa menghemat anggaran. Tidak pernah saya mendengar drainase yang bertetangga di Bukittinggi. Inilah yang terjadi, kebanyakan orang menyebutkan rumah yang bertetangga," katanya.

Proyek drainase primer juga dikritisi oleh Amril Anwar, seorang tokoh muda dan aktivis Kota Bukittinggi. Menurut Am Katargo, panggilan akrabnya seperti dikutip dari Merapi News bahwa proyek tersebut dinilai sebagai proyek sekadar mencari prestise dan juga rekayasa untuk menyedot dana APBD.

Karena, menurut Amril Anwar, drainase C Tando yang membelah di tengah Kota  Bukittinggi yang dibangun kolonial Belanda masih efektif untuk mengendalikan banjir.

Kadis PUPR  Kota Bukittinggi, Rahmat AE dihubungi di ruang kerjanya, Rabu 13 Oktober 2021, mengatakan, drainase primer ini dikerjakan mulai dari depan SMPN 1 sampai ke rumah potong hewan dan bermuara ke Batang Agam. Dengan panjangnya 1.080 meter, saluran ini kita gali di sepanjang jalan dan digali secara bertahap.

Fungsi drainase ini untuk mengatasi hantaran air dari Yarsi dan Birugo. Jadi air dari SMPN 1 langsung dialirkan ke Batang Agam untuk mengatasi genangan air di Pasar Bawah.

Bandar yang ada tidak difungsikan karena tidak meneruskan dan juga dimensi atau ukurannya pun kecil. Jadi bandar yang ada hanya menampung spot air yang ada di sekitar itu saja, ini dinamakan dengan drainase sekunder.

"Yang kita bangun sekarang yaitu drainase primer dengan debit air yang besar," terang Rahmat.

Untuk pengerjaannya, di kontrak sampai 26 Desember yang mengerjakan dari CV Inata Bakti Utama dan pusatnya ini di Padang dengan mempergunakan dana APBD Bukittinggi 2021," ujar Rahmat.

(Ril)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update