Pemko Sawahlunto Bangun 97 Rumah Tidak Layak Huni Melalui BSPS Tahun Ini
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Pemko Sawahlunto Bangun 97 Rumah Tidak Layak Huni Melalui BSPS Tahun Ini

Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:00 WIB Last Updated 2021-10-13T02:00:10Z


Pemko Sawahlunto Bangun Rumah Tidak Layak Huni
Pemko Sawahlunto Bangun 97 Rumah Tidak Layak Huni Melalui BSPS tahun 2021 ini.

SAWAHLUNTO, Mjnews.id - Hunian warga masyarakat Kota Sawahlunto, secara dari tahun ke tahun dengan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus berkurang. Hal ini, disebabkan karena adanya program dari Pemko Sawahlunto dengan memberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dengan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) serta APBD. Pada tahun 2020 telah dibangun  sebanyak 164 unit, dan pada tahun 2021 ini sebanyak 97 unit. 

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Sawahlunto, Adrius Putra, melaporkan bahwa pada tahun 2021 ini sebanyak 97 unit rumah yang didapat melalui program BSPS dengan rincian, 68 unit dari DAK dan 24 unit, berasal dari APBD. 

"Alokasi dana yang bersumber dari APBD ini, tambahannya didapat khusus untuk akibat bencana, sebanyak 5 unit," ujar Adrius Putra kepada awak media, Selasa 12 Oktober 2021. 

Dengan rincian, sejumlah 36 unit di Kecamatan Talawi, 42 unit di Kecamatan Barangin, 7 unit di Kecamatan Lembah Segar dan 12 unit di Kecamatan Silungkang. 

"Alokasi BSPS ini untuk satu unitnya sebesar Rp 20 juta. Dengan rinciannya, sebanyak Rp 17.500.000,- untuk biaya material dan Rp 2.500.000,- untuk biaya upah tukang," ujar Adrius Putra menjelaskan. 

Untuk kesempurnaan proses pembangunan/peningkatan kualitas rumah tersebut, tentunya diperlukan kebersamaan dalam membantu. Misalnya, dengan membantu untuk penambahan material atau membantu pekerjaan pembangunan/peningkatan kualitas rumah. 

"Dalam pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan nanti adanya keswadayaan dalam bentuk keterlibatan dari pihak luar. Seperti dari kesatuan TNI, Polri, maupun dari unsur masyarakat lainnya berupa bantuan bahan bangunan ataupun dalam bentuk tenaga sebagai tukang, yang tujuannya untuk dapat lebih meningkatkan kualitas Rumah Tidak Layak Huni menjadi Rumah Yang Layak Huni bagi  penerima mamfaat bantuan," ungkap Adrius Putra. 

Secara bertahap, Pemko Sawahlunto berkomitmen dalam mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni agar masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan dalam berdomisili. BSPS ini menjadi salah satu langkah yang dilaksanakan oleh  Pemko dalam mengatasi hal itu. 

Sementara itu, Walikota (Wako) Sawahlunto, Deri Asta, SH dalam arahannya mengatakan, rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi masyarakat. Kualitas hidup masyarakat juga ditentukan oleh bagaimana layak huninya rumah yang ditempati.

"Karena itu, Pemko akan terus berupaya membantu masyarakat dalam memperoleh rumah hunian yang layak dan representatif," pungkas Wako Deri Asta.

(Fidel)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update