Preman Pasar di Wonogiri Dibekuk Polisi
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Preman Pasar di Wonogiri Dibekuk Polisi

Sabtu, 02 Oktober 2021 | 13:30 WIB Last Updated 2021-10-03T00:08:43Z


Preman Pasar di Wonogiri Dibekuk Polisi
Preman Pasar di Wonogiri Dibekuk Polisi.

WONOGIRI, MJNews.ID – Lantaran main tusuk dengan pisau dan memalak pedagang di pasar, polisi  menahan seorang preman pasar di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah.

Kapolres AKBP Dydit Dwi Susanto, SIK, MSi, Sabtu 2 Oktober 2021, menyatakan, tersangka adalah Ek (36), warga Desa Telok, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pria kelahiran Kalimantan 28 Februari 1985 ini, berdomisili di Dusun Wonorejo, Desa. Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, kasus penusukan oleh oleh Preman Pasar ini, berlangsung Senin pagi (27/9) pekan lalu pukul 04.00. Lokasinya di Dusun Kenteng, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Korbannya adalah Bari (61), warga Dusun Ngemplak, Desa. Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Tukang ojek ini, menjadi sasaran tusukan pisau tiga kali.

"Itu berlangsung, karena korban berupaya mengingatkan agar tersangka tidak melakukan aksi pemalakan," ungkapnya

Tusukan pertama, mengenai tangan kanan. Kedua, dada namun terhalang resleting jaket yang dipakai Bari. Ketiga, mengenai dada kiri, tapi terhalang saku jaket yang di dalamnya berisi ponsel.

Terkena tusukan pisau, ponsel meledak dan terbakar. Api membakar saku jaket tembus baju, dan membakar pula dua lembar uang pecahan Rp 50.000-an.

Tiga tusukan itu, menyebabkan Bari terjatuh ke selokan. Saat bangkit, Bari melemparkan bongkahan batako dan mengenai helm tersangka. Warga berupaya membantu Bari dan menangkap tersangka.

Tersangka yang berupaya kabur dan sembunyi, sempat menjadi sasaran amuk massa. Tim Polsek Ngadirojo pimpinan Aipda Sumardi segera mengamankan tersangka dari emosi massa.

Dari pemeriksaan petugas, tersangka Ek sering melakukan pemalakan di Pasar Ngadirojo. ”Dia itu seringkali melakukannya,” jelas Kasat Reskrim AKP Supardi.

Setelah memalak, dia lalu pergi dan selang sekitar dua bulan kembali muncul lagi. Orang asal Kalimantan ini, berdomisili di rumah neneknya di Ngadirojo, Wonogiri.

Kapolres berharap, kepada warga masyarakat Ngadirojo yang menjadi korban pemalakan, dapat segera melaporkan ke petugas dan tidak main hakim.

Tersangka membantah melakukan pemalakan. Dia menyebutkan, saat itu datang ke Pasar Ngadirojo bermaksud belanja sayuran untuk dimasak.

(Alex)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update