Trending Twitter! #Anxiety Bukan Perkara Remeh
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Trending Twitter! #Anxiety Bukan Perkara Remeh

Rabu, 13 Oktober 2021 | 05:00 WIB Last Updated 2021-10-13T00:15:45Z


Ilustrasi Social Anxiety Disorder
Ilustrasi Social Anxiety Disorder. (buoyhealth.com)

Oleh: Rendi Ferlita

Mjnews.id - Saat pandemi Covid 19, isu mengenai kesehatan mental menjadi poin perhatian oleh banyak orang. Tak sedikit diantaranya banyak dibahas di berbagai plaform dan forum. Mulai dari media sosial hingga webinar sekalipun. Ditambah pula berkembangnya hastag #Anxiety yang sempat trending pada Senin 11 Oktober 2021, malam kemarin.

Anxiety sendiri merupakan rasa cemas yang dialami oleh seseorang ketika menghadapi suatu hal. Setiap orang berpotensi mengalami anxiety bahkan hingga remaja sekalipun. Namun perlu diketahui ada anxiety atau rasa cemas yang sifatnya normal dan ada pula yang bersifat berbahaya.

Dilansir dari Alodokter, perbedaan tersebut ditandai oleh bagaimana penyebab munculnya rasa cemas tersebut. Anxiety kategori normal cenderung berpikir positif dan rasa cemasnya mampu menimbulkan dorongan motivasi ketika menghadapi suatu hal atau tantangan. Seperti halnya ketika menghadapi wawancara kerja atau mengikuti ujian tertentu.

Berbeda halnya dengan anxiety yang tergolong berbahaya. Rasa cemas yang terjadi muncul oleh faktor pemicu yang tidak jelas sehingga tidak diketahui apa penyebabnya. 

Dikutip dari Linda Fitria & Ifdil Ifdil (2020), dalam penelitiannya tentang kecemasan remaja pada masa pandemi Covid 19 mengungkapkan bahwa tingkat kecemasan remaja pada masa pandemi Covid 19 masuk dalam kategori tinggi mencapai 54% dengan dominan usia 25 tahun. Dimana faktor pemicunya kemungkinan besar adalah kurangnya informasi yang diperoleh mengenai pandemi Covid 19 atau hebohnya pemberitaan di media sosial, (Aulia, 2018) serta minimnya literasi terkait penyebaran dan cara penanggulangannya.

Bahkan dilansir dari mainmain.id menjelaskan bahwa ada peningkatan sekitar 26 persen pada perkiraan kasus kecemasan, dengan perkiraan 374 juta kasus dibandingkan dengan 298 juta tanpa pandemi di berbagai negara. Pandemi Covid 19 telah menyebabkan lonjakan kecemasan dan gangguan depresi mayor, terutama pada wanita dan anak muda.

Dikutip dari Reuters, para peneliti mengemukakan bahwa anak muda menderita karena penutupan sekolah sehingga akses untuk bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman menjadi terhambat. Sementara pada wanita kehadiran Covid 19 menemukan dirinya menanggung beban lebih dan mengalami potensi terjadinya kekerasan rumah tangga.

Dampak lain anxiety yang juga dialami oleh remaja adalah yang pertama kurangnya tidur yang mampu memicu semakin besarnya tingkat anxiety. Sementara, kedua kurang fokus yang diakibatkan oleh Covid 19 yang telah mengancam kondisi fisik dan mental (Linda Fitria & Ifdil Ifdil, 2020).

Namun meskipun demikian, dengan tingginya tingkat kecemasan terutama remaja pada masa pandemi Covid 19 serta kurangnya pemahaman tentang anxiety, masih ada orang-orang yang menganggap remeh tentang hal tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh @dnr1217 dalam tweetnya “...Banyak orang yang masih suka bercandain atau bahkan ngeremehin hal satu ini. But you must know guys, tidak mudah untuk bisa sembuh dari #anxiety....”

Adapun tweet lain juga dilontarkan oleh @cikitamalia3 “#Anxiety berat ketika siapapun gak percaya kita sedang dalam fase ini, gaada yang paham gimana rasanya panik cemas bahkan untuk hal sepele, lebih sedih ketika masih banyak orang di negara ini yang menganggap masalah kesehatan mental itu tabu.”

Pemahaman mengenai anxiety di masa pandemi Covid 19 sangat penting. Sebab saat pandemi ruang aktivitas remaja menjadi terbatas karena adanya pembatasan kegiatan sosial sehingga mampu memicu timbulnya rasa cemas yang berlebihan saat terisolasi di rumah. Dengan adanya pemahaman terhadap anxiety seseorang akan mampu mengontrol dirinya agar cemas yang dialaminya dapat dikendalikan.

Beberapa hal yang diperlukan untuk mengatasi masalah anxiety pada remaja selama pandemi Covid 19 adalah perlunya peran orang tua dan dukungan dari orang sekitar untuk mendampingi, memotivasi, dan memberi pengetahuan terkait bahaya anxiety dan Covid 19, serta oleh para konselor dan para guru memberikan layanan untuk melakukan konseling dan bimbingan (Linda Fitria & Ifdil Ifdil, 2020).

Menurut Penulis, penting menanamkan kesadaran dan literasi kepada remaja bahwa masalah anxiety ini bukanlah kasus yang bisa dianggap sepele.

Sumber:
Linda F, Ifdil,I. (2020). Kecemasan remaja pada masa pandemi Covid -19. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesia). 6(1), 1-4.



(***)

Penulis, Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update