Keren! Andre Pratama, Satu-satunya Orang Minang Jadi Anggota DPRD Nunukan Kalimantan Utara
×

Adsense

Adsense Mobile

Keren! Andre Pratama, Satu-satunya Orang Minang Jadi Anggota DPRD Nunukan Kalimantan Utara

Rabu, 03 November 2021 | 13:00 WIB Last Updated 2021-11-03T06:47:13Z



Andre Pratama
Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Andre Pratama ketika diwawancarai reporter Mjnews.id. (munasril)

BUKITTINGGI, MJNews.id - Bapak Andre Pratama merupakan putra asli minang, yang berasal dari Matur, Agam, Sumatera Barat. Beliau lahir pada 21 Mei 1982 (39 tahun).

Pendidikan pertama di SD Fransiscus, kemudian SMP 1 Ampek Angkek Canduang, SMA 4 Ampek Angkek Canduang, selanjutnya melanjut ke IPB Bogor.

Beliau memiliki istri bernama Yuniarti, S.Hut yang juga merupakan PNS di Nunukan dan memiliki 3 orang anak yakni, Keisya (15 tahun), Aisya (7 tahun), Raisya (3 tahun).

Sejak 2009, beliau menetap di Nunukan dan kedua orang tua tinggal di Matur, Agam.

Sekarang Bapak Andre Pratama berada di Bukittinggi dalam rangka kunjungan kerja sekaligus melihat orang tua. Sidang paripurna DPRD Bukittinggi pada Senin 1 November 2021 lalu juga dihadiri beliau.

Bapak Andre Pratama merupakan satu-satunya orang minang yang menjadi anggota DPRD di Nunukan, Kalimantan Utara.

Awalnya beliau bekerja sebagai kontraktor dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat bahkan beliau juga membangkitkan ekonomi masyarakat Nunukan sehingga pada 2018, beliau diberi banyak dorongan untuk maju sebagai anggota DPRD.

Beliau mencoba untuk maju melalui Partai Bulan Bintang dan mulai terjun langsung ke masyarakat sehingga beliau menorehkan citra yang luar biasa positif di mata masyarakat Nunukan.

Terutama masyarakat Nunukan yang notabene suku Bugis yang usahanya adalah berkebun kelapa sawit. Masyarakat Bugis memberi kepercayaan penuh kepada Bapak Andre untuk membangun jalan tani (produksi sawit) bagi masyarakat.

Bapak Andre pun dengan sigap menyanggupi permintaan masyarakat dan membuktikan berhasil selama masa kampanye untuk kepentingan masyarakat.

Pertama, beliau menyelesaikan jalan untuk petani sawit sejauh 68 KM. Kedua, beliau berhasil menggali dan memperlebar Sungai Rumput Laut di Nunukan sejauh 4,8 KM.
Dan untuk pembuatan jalan serta perlebaran sungai, beliau menggunakan uang pribadi yang lebih kurang sudah dihabiskan Rp 1,8 miliar.

Selama masa kampanye sebenarnya bisa saja memberi uang kepada masyarakat, tetapi di sini saya tidak ada money politik.

"Saya melakukan pembuktian dengan kerja nyata," ujar Beliau.

Beliau juga mengatakan bahwasanya konsekuensi beliau sebagai satu-satunya orang Minang yang mencalonkan diri adalah tidak dipilih, tetapi di situ beliau mengatakan bahwa tidak takut jika tidak terpilih karena dasarnya adalah ikhlas.

Selama tinggal di Nunukan dan juga semasa kampanye, beliau juga mengalami beberapa kendala yakni di suku dan bahasa, tetapi beliau tidak mati akal, yaitu dengan selalu membawa penerjemah bahasa Bugis/Tidung.

Sebagai orang Minang, untuk mencapai kesuksesan di wilayah orang tentunya tidak terlepas dari beberapa haters. Pada saat beliau melakukan kampanye, ada beberapa oknum yang menentang beliau dengan alasan pak Andre bukan orang Nunukan (Bugis), tetapi di situ beliau tidak mundur, dan tetap mempunyai keyakinan kuat.

Pak Andre juga mengatakan bahwa tidak ada yang tidak mungkin, jika kita berusaha dan berdoa serta minta restu kedua orang tua.

"Yang paling penting, jika ingin sukses di wilayah orang maka jagalah kesopanan dan hargai orang-orang itu," tambah Beliau.

(ril/sil)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update