Anggaran Pemko Bukittinggi Alami Defisit Hampir Rp 190 Miliar
×

Adsense

Adsense Mobile

Anggaran Pemko Bukittinggi Alami Defisit Hampir Rp 190 Miliar

Senin, 01 November 2021 | 22:00 WIB Last Updated 2021-11-01T17:37:50Z


Rapat Paripurna DPRD Kota Bukittinggi
Rapat Paripurna DPRD Kota Bukittinggi. (munasril)

Bukittinggi, MJNews.id - Awal minggu pertama November 2021, DPRD Kota Bukittinggi menggelar dua sidang paripurna secara berturut-turut, Senin - Selasa (1-2 /11/2021).

Pertama, sidang paripurna hantaran walikota mengenai Ranperda APBD Kota Bukittinggi tahun anggaran 2022 dan tata cara penyelenggaran cadangan pangan pemerintah daerah.

Besoknya Selasa, dilanjutkan sidang paripurna mengenai pandangan umum masing-masing fraksi DPRD atas ranperda tentang APBD Kota Bukittinggi tahun anggaran 2022 dan tata cara penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah daerah.

Dalam nota penjelasan Walikota Bukittinggi atas RAPBD Kota Bukittinggi 2022 dan tata cara penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah daerah,  tahapan proses Rancangan APBD Kota Bukittinggi tahun anggaran 2022 merupakan tindak lanjut Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2022 yang telah disepakati pada 26 Oktober 2021 antara DPRD dengan Walikota Bukittinggi.

Proses penyusunan RAPBD kota Bukittinggi tahun anggaran 2022 diawali terlebih dahulu dengan pembahasan (KUA) dan (PPAS) untuk disepakati bersama antara DPRD dan Walikota 
Dimana struktur RAPBD tersebut meliputi kebijakan, pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah, pendapatan daerah pada KUA dan PPAS APBD Bukittinggi tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 587.182.462.670 yang terdiri dari Pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp. 121.596.857.262, pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp. 45.166.386.000, pendapatan transfer pada tahun anggaran 2022 diperhitungkan sebesar Rp. 465.585. 605.408, yang berasal dari pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp. 435.719.216.000 dan transfer antara daerah sebesar Rp. 29.866.389.408.

Belanja daerah Kota Bukittinggi yang disepakati pada KUA dan PPAS tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 859.070.430.681, belanja operasi sebesar Rp. 656.650.851.343, belanja modal Rp. 173.348.922.265. Belanja tak terduga sebesar Rp. 29.070.657.073.

"Secara umum dapat kami sampaikan bahwa sampai hantaran Rancangan APBD tahun 2022 masih mengalami defisit sebesar Rp. 187.887.986.011," ungkap Erman Safar.

(Ril/Sil)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update