Kejari Sawahlunto Tetapkan Direktur BUMDes Muarokalaban 2017-2018 Sebagai Tersangka Korupsi
×

Adsense

Adsense Mobile

Kejari Sawahlunto Tetapkan Direktur BUMDes Muarokalaban 2017-2018 Sebagai Tersangka Korupsi

Selasa, 30 November 2021 | 19:30 WIB Last Updated 2021-11-30T15:37:55Z



ISP jadi Tersangka
Kejari Sawahlunto Tetapkan Direktur Bumdes Muarokalaban 2017-2018, ISP Sebagai Tersangka dugaan tindak pidana korupsi.

SAWAHLUNTO, Mjnews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sawahlunto pada Selasa (30/11/2021) sore, menetapkan ISP, (36), mantan Direktur Bumdes Muarokalaban periode 2017 - 2018 sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana penyertaan modal yang bersumber dari dana APBDes Desa Muarokalaban.

Demikian penyampaian Kajari Sawahlunto, Dr Abdul Mubin, ST, SH, MH dalam jumpa pers yang dilakukan setelah ISP ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelum dinaikkan statusnya menjadi tersangka, ISP berstatus sebagai saksi dari 22 orang saksi yang dimintakan keterangannya oleh Kejaksaan Negeri Sawahlunto.

Penahanan ISP mantan Direktur Bumdes Desa Muaro Kalaban atas dugaan korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2017 - 2018, melalui Bumdes Muarokalaban. 

Inisial ISP ditetapkan sebagai tersangka, setelah menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga sore hari. Dan ditemukan bukti yang cukup, berupa penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain. 

Perbuatan tersangka ini, sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke - 1 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. 

Penahanan tersangka ISP saat ini, ditempatkan di Rutan Kelas II B Sawahlunto. Sementara itu, Kejaksaan Negeri Sawahlunto masih terus mendalami adanya keterlibatan tersangka lain,  dalam perkara Bumdes Muarokalaban ini.

(Fidel)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update