Pemko Sawahlunto Akan Bentuk Mall Pelayanan Publik untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan
×

Adsense

Adsense Mobile

Pemko Sawahlunto Akan Bentuk Mall Pelayanan Publik untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan

Senin, 15 November 2021 | 21:13 WIB Last Updated 2021-11-15T14:13:29Z

loading...
Sawahlunto, Mjnews.id - Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto akan membentuk Mall Pelayanan Publik (MPP) untuk meningkatkan kualitas, efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan perizinan dan non-perizinan kepada masyarakat Sawahlunto.

Dalam Mall Pelayanan Publik ini akan dipusatkan berbagai pelayanan dari pemerintah daerah dan instansi vertikal ke dalam satu tempat sehingga dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pelayanannya. 

Untuk lebih mematangkan persiapan pembentukan Mall Pelayanan Publik ini, Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP - Naker) Kota Sawahlunto, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk Pembentukan Mall Pelayanan Publik pada Senin (15/11/2021) di Balaikota Sawahkunto. 

Rakor tersebut, dibuka langsung oleh Wali Kota (Wako) Sawahlunto, Deri Asta, SH yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Sawahlunto, Dr dr Ambun Kadri, MKM menyampaikan bahwa  keberadaan Mall Pelayanan Publik menjadi salah satu bukti dari upaya Pemko Sawahlunto, dalam menciptakan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Rakor tersebut, dihadiri oleh pimpinan enam (6) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajarannya serta 20 instansi vertikal yang akan bergabung di Mall Pelayanan Publik, Kota Sawahlunto. 

Kepala DPMTSP-Naker, Dwi Darmawati mengatakan bahwa Mall Pelayanan Publik Kota Sawahlunto akan menggunakan bangunan eks Pasar Songket Silungkang, yang terletak di Jalan lintas Sumatera (Simpang Muaro Kalaban) Sawahlunto. 

"Saat ini sedang dilakukan pekerjaan fisik, berupa rehab eks Pasar Songket tersebut menjadi Mall Pelayanan Publik beserta beberapa item penunjang operasional.  Kita menargetkan pada akhir tahun ini, sudah rampung sehingga Januari 2022 sudah bisa kita gunakan untuk Mall Pelayanan Publik," ujar Dwi Darmawati menguraikan. 

Enam (6) OPD yang bergabung dalam Mall Pelayanan Publik ini, terdiri dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), PPID (Kominfo) dan DPMTSP-Naker. 

"Sementara untuk instansi vertikal yang ikut dalam Mall Pelayanan Publik Sawahlunto terdiri dari Samsat, Polres, PDAM, Kejaksaan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, BPN, Pajak Pratama, Taspen, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), PT. Pos Indonesia, Imigrasi, BNI, Kemenag, Dekranasda, Gerai Songket UMKM, PLN, Bank Nagari, Bank Mandiri dan BRI," ungkap Dwi Darmawati menambahkan. 

Sementara itu, Wako Sawahlunto Deri Asta menyatakan bahwa Mall Pelayanan Publik adalah integrasi dan efektivitas pelayanan perizinan dan non perizinan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah serta pelayanan Badan Usaha Milik Negara/ Badan Usaha Milik Daerah/ Swasta, Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Daerah lainnya, Badan Usaha Milik Negara/ Badan Usaha Milik Daerah/swasta yang bergabung,  berdasarkan kesepakatan yang dituangkan dalam nota kesepahaman. 

Dengan dipusatkannya sebuah pelayanan pada satu tempat, dalam bentuk Mall Pelayanan Publik, tentunya akan membuat masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama dan berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan sebuah pelayanan. 

"Hal ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan Pemko Sawahlunto yang lebih baik, kepada masyarakat untuk menghadirkan pelayanan yang terintegrasi, efektif dan efisien," pungkas Wako Sawahlunto Deri Asta mengakhiri.

(Fidel)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update