Sambut HJK ke-133, Pemko Sawahlunto Adakan Lomba Tonil Bahasa Tangsi
×

Adsense

Adsense Mobile

Sambut HJK ke-133, Pemko Sawahlunto Adakan Lomba Tonil Bahasa Tangsi

Rabu, 24 November 2021 | 23:30 WIB Last Updated 2021-11-24T16:36:24Z



Lomba Bahasa Tangsi di Kota Sawahlunto
Lomba Tonil Bahasa Tangsi di Kota Sawahlunto.

Sawahlunto, Mjnews.id - Kota Sawahlunto merupakan sebuah kota dengan penduduknya terdiri dari berbagai etnis selain dari etnis minangkabau. Karenanya, kota wisata ini lazim disebut sebagai salah satu kota multietnis. 

Menariknya, selain bahasa Indonesia dan bahasa induk Minang, di kawasan Tangsi ini juga berkembang bahasa persatuannya kaum buruh Tambang, yaitu bahasa Tangsi. Mereka yang dulunya terdiri dari Orang Rantai, Kuli Kontrak, Buruh Bebas dan berbagai aktifitas lain yang berhubungan dengan tambang batu bara.

Bahasa Tangsi pada umumnya tumbuh dan berkembang karena digunakan sebagai bahasa sehari-hari, di lingkungan (komplek) perumahan buruh tambang sejak dari jaman Kolonial Belanda. 

Daerah atau kawasan tersebut di antaranya, Komplek Tangsi Rantai (kampung orang rantai), Tangsi Baru Tanah Lapang, Tangsi Baru Durian, Tangsi Durian, Tangsi Gunung Air Dingin, Tangsi Gunung Durian, Sungai Durian. 

"Kemana aja ke, ndak ketok-ketok," inilah salah satu bentuk ungkapan kalimat dari Bahasa Tangsi, bahasanya kaum buruh tambang yang kemunculannya terjadi dari campuran berbagai bahasa, dengan 10 dialek terdiri dari bahasa daerah Jawa, Sunda, Madura, Bali, Bugis, Batak, China, Minangkabau, Belanda dan Melayu sebagai bahasa dasar atau bahasa ibu. 

Bahasa Tangsi, sudah digunakan sejak awal dari aktivitas eksplorasi dan eksploitasi batubara hingga saat ini menjadi kota yang berjuluk, Kota Warisan Dunia Omblin Coal Mining Heritage of Sawahlunto. 

Sangat menarik dan istimewanya, bahasa kreol atau bahasa balai dari bahasa Tangsi ini, merupakan yang pertama di Indonesia (2018), yang ditetapkan sebagai bahasa Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Berkaitan dengan itu, dalam rangka menyambut hari jadi Kota Sawahlunto yang ke-133 (1888 - 2021) tanggal 1 Desember 2021, Pemko Sawahlunto melalui Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman menyelenggarakan berbagai kegiatan, yang salah satunya adalah Lomba Tonil Bahasa Tangsi sebagai salah satu bentuk upaya dalam pelestarian dan regenerasi keberadaan tradisi bahasa Tangsi yang sudah menjadi salah satu bentuk, dari sebuah budaya yang telah mengakar di Kota Sawahlunto, Sumbar. 

Kepala Seksi Sejarah dan Nilai Budaya Kota Sawahlunto, Desri Fahmi, SPd, MPd saat ditemui awak media di Museum Goedang Ransoem di sela-sela kegiatan pada Rabu (24/11/2021) siang, menyampaikan bahwa kegiatan Lomba Tonil Bahasa Tangsi ini dimaksudkan agar guna lebih mensosialisasikannya sebagai salah satu bentuk pelestarian dan proses regenerasi dari keberadaan warisan budaya itu sendiri. 

Para peserta lomba, terdiri dari warga Tangsi yang menggunakannya sehari-hari (umum) serta dari kalangan tingkat pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa yang ada di Kota Sawahlunto. 

Dalam Lomba Bahasa Tangsi ini, penilaiannya dititik-beratkan kepada kosa kata dan pengucapan/lafaz sehingga diharapkan nantinya para pemenang lomba adalah kelompok yang benar-benar dapat dan mampu menuturkan logat bahasa tersebut dalam bentuk murni dari bahasa Tangsi. 

Untuk tim juri sebagai penilai dalam lomba ini adalah yakni, Adrial (salah satu penulis kamus Bahasa Tangsi). Purwoko (tokoh dan penutur Bahasa Tangsi) dan Episalwati (penutur dan penggiat Bahasa Tangsi).

Harapan kita bersama ke depannya, agar penggunaan Bahasa Tangsi ini masuk dalam muatan lokal, dunia pendidikan khususnya di Kota Sawahlunto. 

Sebagai bentuk muatan lokal, memungkinkan untuk kegiatan ekstra kurikuler sekolah. Sehingga diharapkan nantinya, dapat terbentuk berbagai kelompok penutur aktif yang di akomodir dalam kegiatan serupa guna untuk melestarikan salah satu kekayaan budaya di Kota Sawahlunto. 

Lomba yang berlangsung di pelataran Museum Goedang Ransoem Kota Sawahlunto ini, diikuti oleh 8 kelompok peserta dan secara umum dihadiri oleh warga masyarakat Kota Sawahlunto, yang sengaja datang ingin melihat dan mengetahui Bahasa Tangsi.

(Fidel)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update