Tanggapi Pernyataan KSAL, Nono Sampono: Loyalitas Merupakan Nilai Penting bagi TNI!
×

Adsense

Adsense Mobile

Tanggapi Pernyataan KSAL, Nono Sampono: Loyalitas Merupakan Nilai Penting bagi TNI!

Rabu, 17 November 2021 | 00:00 WIB Last Updated 2021-11-17T07:49:38Z



Nono Sampono saat menghadiri upacara HUT ke-76 Korps Marinir TNI AL
Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono saat menghadiri upacara HUT ke-76 Korps Marinir TNI AL, Senin (15/11/2021). (dpd)

Jakarta, Mjnews.id - Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono menanggapi pernyataan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono yang meminta publik tidak meragukan loyalitas TNI AL. 

Ucapan Laksamana Yudo itu terlontar saat memimpin upacara hari ulang tahun (HUT) ke-76 Korps Marinir TNI AL pada Senin (15/11/2021) di Lapangan Brigif 1 Marinir, Jakarta Selatan.

“Jangan ragukan loyalitas TNI AL. Jangan ragukan loyalitas marinir yang selama ini sudah terbukti,” kata Yudo.

Ia pun menegaskan, Angkatan Laut akan tetap loyal pada Panglima TNI yang baru Jenderal Andika Perkasa.

“Siapapun pemimpinnya, kita harus loyal,” ujar Yudo.

Menanggapi hal itu, Nono menjelaskan bahwa loyalitas memang merupakan nilai penting bagi TNI, termasuk Korps Marinir.

“Saya kira nilai-nilai yang jadi jati diri TNI, khususnya korps marinir mestinya yang dikedepankan adalah loyalitas dan dedikasi,” ujar Letjen marinir purnawirawan itu.

Menurut Nono, prajurit marinir memegang dua nilai, yaitu kejuangan dan profesionalisme.

“Yang dimaksud KASAL tadi itu berada pada lingkup nilai-nilai perjuangan, diutamakan nilai loyalitas,” jelas Nono.

Menurut Nono, pertahanan Indonesia memerlukan Korps Marinir dan prajurit TNI AL yang mumpuni dan berdaya juang tinggi. Apalagi, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan.

“Sebagai negara besar, sangat diperlukan Korps Marinir yang kuat, tangguh, profesional dan memiliki nilai-nilai juang tinggi,” katanya.

Untuk itu, ia meminta TNI AL melakukan peningkatan kapasitas untuk menjaga pertahanan negara.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih. Tentu mengharuskan penyesuaian. Pertama dari kemampuan manusianya dulu: kesiapan tempurnya, kesiapan operasinya,” ujar Nono.

Selain kemampuan prajurit, Nono juga menyoroti soal alat utama sistem persenjataan (alutsista) hingga strategi peperangan.

“Kemudian, bicara alutsista pendukung dan senjata. Ketiga, tentu ada tradisi. Kemudian, bentuk peperangan sekarang semakin canggih,” ucap Nono.

(rls/dpd)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update