Ketua DPD RI Ajak Pemangku Kepentingan Bersinergi Jaga Warisan Budaya Indonesia
×

Adsense

Adsense Mobile

Ketua DPD RI Ajak Pemangku Kepentingan Bersinergi Jaga Warisan Budaya Indonesia

Jumat, 10 Desember 2021 | 21:00 WIB Last Updated 2021-12-10T14:03:11Z


loading...

Malam Puncak Anugerah Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri V
LaNyalla berikan sambutan pada Malam Puncak Anugerah Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri V di Ruang Auditorium RRI Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/12/2021). (dpd)

BANDUNG, Mjnews.id - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menjaga warisan budaya yang dimiliki Indonesia. 

Hal itu disampaikan LaNyalla saat memberikan sambutan pada Malam Puncak Anugerah Festival Tari Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri V di Ruang Auditorium RRI Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/12/2021).

Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi Senator Eni Sumarni (Jabar) dan Ali Ridho (Banten). Hadir pula di antaranya Ketua Gerakan Pilihan Sunda, Andri Perkasa Kantaprawira, Ketua Kongres Sunda 2022 Avi Taufik Hidayat, Waketum IPHI Pusat dan Ketua Forkodetadda Jabar Raden H Holil Aksan Umarzein, Ketua Lembaga Adat Kratwan Galuh Pakuan Rahiyang Mandalajati Evi Silviadi dan Ketua Harian Komite Percepatan Provinsi Cirebon Raya Nina Kurnia Hikmawati.

Senator asal Jawa Timur itu mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara acara yakni Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, yang mengundang dan memberikan kesempatan kepadanya untuk ikut menyampaikan pandangannya.

Menurut LaNyalla, acara ini penting sebagai upaya untuk melestarikan dan pemajuan kebudayaan Indonesia, seperti diamanatkan dalam konstitusi kita. 

"Sekaligus sebagai upaya konkret kita untuk melestarikan Warisan Budaya Tak Benda," papar LaNyalla.

Seperti kita ketahui bersama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah melakukan pencatatan dan penetapan daftar Warisan Budaya Tak Benda. Per bulan Juni tahun 2020, terdapat total 9.770 warisan budaya yang dicatat dan 1.086 di antaranya telah ditetapkan.

Penetapan Warisan Budaya Tak Benda itu tentu harus diikuti dengan langkah konkret dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Indonesia. Juga, kata LaNyalla, menjaga eksistensinya secara turun temurun, sehingga tidak ada ruang bagi negara lain melakukan klaim. 

"Karena itu, dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menjaga warisan budaya. Sebab, penetapan Warisan Budaya Tak Benda juga menjadi kekayaan yang harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam pelestariannya," ujarnya.

Salah satu aksi nyata sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya pelestarian Warisan Budaya Tak Benda adalah yang sudah dilakukan Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, dengan menggelar Festival Tari Jaipongan Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri ke-V ini. 

Aksi nyata lainnya tentu dapat dilakukan dengan menyelenggarakan festival, seminar, sarasehan dan lainnya. 

"Tetapi yang lebih penting dari itu adalah memasukkan dalam kurikulum pendidikan pelajar, yang substansinya dapat disesuaikan dengan tradisi daerah masing-masing," tuturnya.

Menurut LaNyalla, upaya-upaya tersebut perlu dilakukan untuk membangkitkan semangat pelestarian Warisan Budaya Tak Benda. Tujuannya agar para seniman, budayawan dan masyarakat bersama-sama berkreasi, belajar, mengenal dan memaknai kembali identitas bangsa sebagai manusia Indonesia. 

"Karena kebudayaan merupakan warisan asli bangsa Indonesia, sekaligus sebagai identitas yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari," papar dia.

Namun, LaNyalla melanjutkan, di luar semua itu, masih ada pekerjaan besar yang harus kita perjuangkan, yaitu memasukkan entitas pegiat kebudayaan nasional ke dalam sistem politik Indonesia, termasuk entitas-entitas civil society yang lain. Tujuannya agar mereka dapat ikut menentukan arah perjalanan bangsa.

(rls/dpd)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update