Lewat Foodtruck PLN, Menteri BUMN Jamin Kebutuhan Dasar Pengungsi Erupsi Gunung Semeru
×

Adsense

Adsense Mobile

Lewat Foodtruck PLN, Menteri BUMN Jamin Kebutuhan Dasar Pengungsi Erupsi Gunung Semeru

Minggu, 12 Desember 2021 | 19:00 WIB Last Updated 2021-12-12T14:42:16Z


loading...

Lumajang, Mjnews.id - PT PLN (Persero) bergegas memulihkan kelistrikan di wilayah terdampak pasca erupsi Gunung Semeru. Hingga Jumat (10/12/2021), 100 persen sistem kelistrikan di wilayah Lumajang telah pulih. PLN juga bergerak cepat menyediakan dapur umum melalui _foodtruck_ PLN untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi para masyarakat yang terdampak.

Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi gerak cepat PLN dalam membantu para pengungsi. Ia berharap keberadaan _foodtruck_ dan posko bencana PLN mampu meringankan kebutuhan para pengungsi. 

Dalam kunjungannya ke Lumajang, Erick menyempatkan untuk menyapa _chef_ yang bertugas untuk menyediakan makanan bagi masyarakat sekitar dan turut ikut menjajal memasak di dalam _foodtruck_. 

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi menjelaskan gerak cepat PLN pascaerupsi Gunung Semeru tak hanya dalam pemulihan kelistrikan saja. PLN memberikan bantuan dapur umum melalui 2 unit _foodtruck_ yg memproduksi total 2.500 porsi per hari untuk mensupply kebutuhan makan pengungsi dan relawan di Desa Candipuro dan Desa Penanggal (Relokasi dari Desa Supiturang) Lumajang.

"Kebutuhan makanan siap saji adalah hal pokok yang pasti diperlukan oleh pengungsi karena saat terjadi bencana tidak semua orang dapat memasak sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarganya," ujar Agung, Minggu 12 Desember 2021.

Agung juga mengatakan, PLN juga memberikan bantuan logistik dan tunai kepada masyarakat langsung maupun melalui Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan total bantuan senilai Rp 1,2 miliar. 

"Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban saudara kita yang terdampak musibah bencana Gunung Semeru," pungkas Agung.

Hingga Jumat (10/12) sebanyak 112 trafo PLN yang terdampak erupsi sudah kembali pulih. Sebanyak 29.908 pelanggan yang terdampak sehingga tak teraliri listrik juga sudah pulih. Tersisa 615 pelanggan yang belum menyala dikarenakan zona belum aman, rumah-rumah rusak dan penghuni masih di lokasi evakuasi. 

(eds)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update