Uang Pungutan KPM BPNT Desa Hargorojo Diserahkan Kembali kepada Penerima Manfaat
×

Adsense

Adsense Mobile

Uang Pungutan KPM BPNT Desa Hargorojo Diserahkan Kembali kepada Penerima Manfaat

Senin, 27 Desember 2021 | 19:08 WIB Last Updated 2021-12-27T12:08:58Z


loading...

Nuryanto berikan klarifikasi
Kepala Desa Hargorojo, Nuryanto berikan klarifikasi dan penjelasan, Senin 27 Desember 2021.

Purworejo, MJNews.id - Berita dugaan adanya pungutan biaya untuk pengambilan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang beredar di media sosial menjadi isu hangat masyarakat desa setempat.

Pada Senin 27 Desember 2021, Kepala Desa Hargorojo, Nuryanto, SH memberikan klarifikasi dan penjelasan atas pemberitaan yang beredar.

Dijelaskan bahwa biaya yang dipungut sebetulnya atas persetujuan penerima manfaat BPNT.

"Karena untuk mengambil paket sembako dari program BPNT, warga yang menerima bantuan harus mengambil paket bantuannya di E-Warung milik ibu Eli yang ada di Desa Krendetan, jarak tempuhnya dari Desa Hargorojo sekitar 4 KM," jelasnya.

Berawal dari situ, ada beberapa warga penerima minta bantuan kepada aparat Desa untuk bisa dibawakan sampai Balai Desa Hargorojo dan mereka bersedia untuk mengganti biaya pengganti bahan bakar minyak mobil siaga desa yang digunakan untuk mengangkut, akan tetapi saya tidak pernah memerintahkan langsung kepada perangkat saya untuk melakukan tarikan/ pungutan apapun terkait dengan bantuan tersebut.

Kaur Keuangan Desa Hargorojo, Miswanto mengaku hanya membantu Kasi Pelayanan saudara Misbah untuk menyetir mobil dan juga mengumpulkan uang dari para penerima manfaat yang selanjutnya diserahkan kepada saudara Misbah.

Sementara Kasi Pelayanan Desa Hargorojo, Misbah saat diminta keteranganya mengatakan bahwa uang yang dikumpulkan sebetulnya sebagian untuk bayar PMI dan sisanya untuk biaya beli solar Mobil Siaga Desa yang dipakai untuk mengangkut.

"Karena untuk mengangkut sembako yang totalnya kira kira 1,5 ton yang diperuntukkan 14 KK penerima manfaat dari BPNT PPKM tidak mungkin pakai motor. Sedikit pun uang itu tidak ada untuk pribadi saya atau keperluan kantor lainnya, apalagi untuk Kas Desa," katanya.

Dan saat ini semua biaya yang kemarin disepakati dan dikumpulkan telah dikembalikan utuh kepada pihak penerima manfaat.

"Saya pribadi dan teman-teman perangkat mohon maaf apabila hal ini menjadikan situasi yang kurang mengenakkan. Insya Allah ke depan kami Pemdes akan bekerja sesuai tupoksi masing masing," terangnya.

Sementara warga Desa Hargorojo Rt 01 Rw 04, Catur Supriyanto saat ditemui tim media mengatakan bahwa pada Sabtu 18 Desember 2021 didatangi oleh dua orang yang mengaku Tim survei dari progran bantuan dan menanyakan perihal pemotongan biaya.

"Sebetulnya saya juga sudah ikhlas atas biaya tersebut bahkan saya dan teman-teman berterima kasih sekali atas bantuan dari Desa sehingga kami dimudahkan dan didekatkan pelayanannya," katanya.

Ketua BPD Giarto S.Ag mengatakan, persoalan yang timbul di Desa Hargorojo sudah bisa diselesaikan secara kekeluargaan bahkan sudah kita musdeskan bersama semua unsur lembaga Desa dan disepakati untuk dikembalikan sehingga tidak perlu dibesar-besarkan lagi.

"BPD akan terus mengawal dan mengawasi semua kegiatan yang ada di Desa Hargorojo agar ke depannya Hargorojo menjadi desa yang maju, damai dan tentram masyarakatnya," harapnya.

(fix)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update