Walikota Bukittinggi: Persoalan HIV/AIDS Bukan Tugas Pemerintah Semata
×

Adsense

Adsense Mobile

Walikota Bukittinggi: Persoalan HIV/AIDS Bukan Tugas Pemerintah Semata

Rabu, 01 Desember 2021 | 21:41 WIB Last Updated 2021-12-01T14:41:12Z



Bukittinggi, Mjnews.id - Penanganan HIV/AIDS bukan semata tugas pemerintah, untuk itu kita harus berkoordinasi dengan pemangku adat seperti alim ulama, cadiak pandai guna memberikan edukasi dan literasi kepada anak kemenakannya.

Hal tersebut disampaikan Walikota Bukittinggi, Erman Safar dalam  Peringatan Hari AIDS Sedunia setiap tanggal 1 Desember 2021.

Peringatan HIV/AIDS sedunia  menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bukittinggi untuk menyikapi persoalan yang mengakibatkan berkembangnya virus HIV di tengah masyarakat.

Pasalnya, dari pemeriksaan terhadap 1.000 orang di Kota Bukittinggi pada 2021 maka diperoleh hasil sebanyak 18 warga positif mengidap HIV. 

Dijelaskan, dari data itu terdapat 1 orang warga yang ber-KTP Kota Bukittinggi, sedangkan 17 orang lainnya berasal dari warga yang tergabung pada sejumlah komunitas dan lini. Tentu, angka itu mendasari hasil pemeriksaan PC Test (tes HIV) yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah Kota Bukittinggi mencermati terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang positif mengidap HIV sehingga perlu dilakukan berbagai pendekatan, dikarenakan persoalan HIV AIDS seperti fenomena gunung es.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota Bukittinggi menginginkan organisasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) lebih menunjukkan perannya untuk melakukan antisipasi dan penanggulangan HIV AIDS.

Hal demikian disampaikan Walikota Erman Safar ketika Jumpa Pers di Balerong Rumah Dinas Walikota Bukittinggi di Belakang Balok, Rabu (01/12/2021).

Pihaknya akan menambah penganggaran terhadap Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) untuk bekerja secara optimal seperti penyuluhan dan sosialisasi serta kegiatan lainnya.

Anggaran itu diupayakan dapat direalisasikan pada tahun 2022, Rp 300 juta dana dari APBD disalurkan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK), selanjutnya diupayakan agar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mendapatkan dana hibah baik dari pemerintah dan daerah serta leading sektor lainnya.

Di hadapan wartawan, Erman Safar menyebutkan persoalan HIV AIDS diakui sebagai bagian dari aib seseorang, namun jika dibiarkan maka akan terjadi lonjakan kasus  di masa depan.

Dikatakan, pendekatan yang lebih intens dengan penderita HIV AIDS  untuk  dirangkul agar tetap optimis bertahan dari penyakit yang dideritanya.

Walaupun, penyakit AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan, dikarenakan belum juga ditemukan obatnya, sementara obat yang digunakan bagi penderita penyakit ini berfungsi untuk mengikat  virus HIV supaya tidak berkembang pesat.

"Kita ingin di tahun mendatang dan berikutnya tidak ada lagi penambahan kasus orang yang mengidap HIV AIDS. Kita berkomitmen dengan geliat program dan kegiatan yang dilakukan KPA secara masif, kemudian kita mengupayakan penguatan dengan pendidikan, kita tambah mata pelajaran khusus bagi pelajar kita dimulai di tingkat SD dan SMP.

"Persoalan HIV AIDS itu bukan semata tugas pemerintah melainkan kerja bersama  maka kita berkoordinasi dengan pemangku adat, alim ulama dan cadiak pandai untuk memberikan edukasi dan literasi kepada anak kamanakannya," ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya mengandeng salah seorang musisi minang Kota Bukittinggi Ted Ramnez untuk bersinergi bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bukittinggi, tentu ide dan pemikiran  penyanyi bergenre Reggae itu dapat ditindaklanjuti untuk antisipasi dan penanggulangan HIV AIDS.

(Ril)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update